Nadiem Ingin Dosen Rajin Cuti Mengajar dan Networking

CNN Indonesia | Minggu, 05/07/2020 04:27 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim memberikan keterangan pada wartawan. Jakarta, Rabu,12 Februari 2020. Mendikbud Nadiem Makarim mengharapkan dosen lebih sering mengambil waktu cuti mengajar untuk memperkaya ilmu di luar kampus. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berharap dosen lebih sering mengambil waktu cuti mengajar untuk memperkaya ilmu di luar kampus.

"Kampus di masa depan, dosennya sering mengambil sabatikal (cuti) di universitas lain, di industri, di tempat lain untuk mencari ilmu dan networking," kata dia melalui konferensi video di acara Konferensi Forum Rektor Indonesia, Sabtu (4/7).

Di samping itu, ia juga ingin kampus ke depannya lebih terbuka dengan pihak-pihak di luar akademisi. Misalnya dengan memberikan kesempatan praktisi mengajar sebagai dosen tamu atau bahkan permanen.


Dengan begini, cara mengajar dan menilai mahasiswa di dalam kelas juga harus berubah. Ia membayangkan dosen tidak lagi hanya memberi materi di kelas.

Materi pembelajaran, katanya, lebih baik direkam secara digital dan dikonsumsi di luar kelas. Sedangkan di dalam kelas merupakan waktu mahasiswa dan dosen mendiskusikan kasus.

Infografis Kebijakan 'Kampus Merdeka' ala Menteri NadiemFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian

"Anak datang [ke kelas] untuk debat dan diskusi berdasarkan case study. Penilaiannya berbasis opini dan partisipasi," ujarnya.

Ini dilakukan untuk memastikan proyek hingga riset yang dilakukan pendidikan tinggi benar-benar berdampak pada dunia nyata. Juga untuk mendorong mahasiswa punya kemampuan yang lebih dari sekadar teoritis.

Lebih lanjut ia menekankan ke depannya perguruan tinggi harus punya kebebasan memilih spesialisasi yang diminati. Jika sebuah kampus lebih ahli di bidang riset, maka menurutnya pemerintah harus mendorong hal tersebut.

"Seharusnya kita ikuti jiwa dan passion pemimpin perguruan tinggi. Dan bukan memaksakan dari atas atau pemerintah," kata Nadiem.

(fey/dea)

[Gambas:Video CNN]