Gubernur Sulsel Hadapi Corona: Sudah Hampir Habis Jurus Kita

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 12:47 WIB
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengaku nyaris kehabisan jurus dalam mengatasi wabah corona di daerahnya, terutama di Kota Makassar sebagai episentrum. (CNN Indonesia/Sari)
Makassar, CNN Indonesia --

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mencanangkan gerakan bersama pengendalian virus corona (Covid-19) Kota Makassar, Senin, (6/7) di tribun Lapangan Karebosi. Dalam kesempatan itu, dia mengakui nyaris kehabisan jurus menahan laju penyebaran Covid-19.

"Hari ini kita canangkan gerakan bersama pengendalian covid-19 Kota Makassar. Mudah-mudahan gerakan ini betul-betul memberikan dampak menurunkan angka kasus," kata Nurdin.

"Saya kira ini sudah jurus ke sekian. Sudah hampir habis jurus kita tapi kasus Covid masih terus bertambah," ujarnya menambahkan.


Nurdin mengungkap, semalam dirinya melakukan pertemuan dengan bupati dan wali kota seluruh Sulawesi Selatan.

Disebutkan Nurdin bahwa semua kepala daerah ini memohon agar kasus Covid-19 di Kota Makassar diturunkan. Alasan mereka, rata-rata kasus di daerah berasal dari klaster Makassar. 

"Jauh-jauh sebelumnya saya selalu ingatkan kalau Makassar selesai maka 80 persen kasus Covid-19 di Sulsel bisa diselesaikan. Untuk itu kembali saya tekankan jika ada sinergitas, kolaborasi, kekompakan maka tidak sulit menyelesaikan ini semua," ujar dia.

Nurdin bilang penanganan wabah corona ini telah mendapat bantuan dari TNI dan Polri. "Dan kita pemerintah yang perangkatnya lebih lengkap, malu kalau tidak bisa menyelesaikan Covid-19 ini," tutur Nurdin.

Di kesempatan yang sama, dia menyampaikan akan memberikan reward kepada daerah-daerah zona merah jika berhasil mengendalikan Covid-19 dan menjadikan daerahnya berstatus zona hijau.

"Reward-nya bukan sertifikat, bukan piala bergilir tapi menyiapkan anggaran untuk daerah zona merah yang berhasil jadi zona hijau," kata dia.

Setelah mencanangkan gerakan bersama pengendalian Covid-19 Kota Makassar, akan disusul dengan Perwali tentang percepatan pengendalian Covid-19.

Perwali itu akan mengatur pembatasan pergerakan warga keluar masuk Kota Makassar. Mereka yang keluar dan masuk Kota Makassar harus dilengkapi surat keterangan berbadan sehat atau bebas Covid.

Dan mulai hari ini, kata Nurdin Abdullah, pemerintah telah menyiapkan fasilitas rapid test gratis bagi warga, dengan terlebih dulu melakukan pendaftaran secara online

Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan rencananya Perwali akan diterbitkan dan disosialisasikan hari Kamis atau Jumat mendatang. Salah satu poinnya, mengenai surat keterangan bebas Covid-19.

"Mungkin hari Kamis, Jumat (diterbitkan) sambil persiapkan kegiatan teknis. Pesan Pak Gubernur, jangan menyusahkan masyarakat," kata Rudy Djamaluddin.

Jumlah positif corona di Sulsel per Minggu, (5/7) pukul 22.00 WITA, sebanyak 5.885 kasus. Dari jumlah itu 1.902 orang dinyatakan sembuh dan 198 orang meninggal dunia.

Sebagian besar kasus positif itu berasal dari Makassar. Data pada hari yang sama, jumlah positif di Kota Makassar sebanyak 3.577 kasus, 995 orang dinyatakan sembuh dan 155 orang meninggal dunia.

(svh/wis)

[Gambas:Video CNN]