BMKG Ungkap Penyebab Gempa Jepara Terasa hingga Bali

CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 08:01 WIB
Seismograph with paper in action and earthquake - 3D Rendering Ilustrasi gempa Jepara. (Foto: Istockphoto/Petrovich9)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa bumi 6,1 magnitudo yang mengguncang Jepara, Jawa Tengah, pagi tadi, terasa getarannya hingga ke sejumlah daerah yang jaraknya terbilang jauh dari pusat gempa. 

Daerah-daerah yang merasakan getaran gempa Jepara antara lain Yogyakarta, Mataram, Purworejo, Kuta dengan skala III MMI.

Lalu Denpasar dan Kebumen dengan skala II-III MMI. Kemudian Banjar Negara, Cilacap, Boyolali, Krui, Pesisir Barat, Pangandaran, Tanggamus, Gianyar, Pekalongan, dengan skala II MMI.


Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) atau Skala Mercall adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Pada skala II MMI getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Sementara pada skala III MMI getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Dari keterangan tersebut, gempa Jepara pagi tadi dirasakan cukup kuat di Yogyakarta, Mataram, Purworejo hingga Kuta.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan getaran gempa Jepara dirasakan sangat luas karena hiposenter gempa sangat dalam.

Karena hiposenter gempa laut jawa ini dalam sekali maka spektrum guncangannya dirasakan dalam wilayah yang sangat luas," kata Daryono di "akun Twitternya, @ DaryonoBMKG.

Situs BMKG sendiri mencatat kedalaman gempa Jepara 578 kilometer. Lokasi gempa Jepara berada di kaut 53 kilometer barat laut Jepara.

Lokasi gempa berada di titik 6.12 Lintang Selatan-110.55 Bujut Timur.

BMKG menyatakan gempa Jepara 6,1 magnitudo tidak berpotensi tsunami.


 

(mln/wis)

[Gambas:Video CNN]