Pekan Pertama Juli, Corona Rata-rata Bertambah 1.462 Per Hari

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 17:29 WIB
Petugas medis beristirahat setelah selesai melaksanakan SWAB Test di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (8/4/2020). Tes dengan sistem tersebut dilakukan guna mempersempit penyebaran COVID-19 di wilayah Depok dan sekitarnya. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww. Kasus positif virus corona pada awal Juli 2020 rata-rata bertambah sekitar 1.462 orang per hari. Ilustrasi (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 1.853 orang per hari ini, Rabu (8/7). Dengan demikian total kumulatif kasus positif Covid-19 mencapai 68.079 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 31.585 orang dinyatakan telah sembuh dari infeksi virus corona dan 3.359 orang lainnya meninggal dunia.

Tambahan 1.853 orang ini menjadi yang tertinggi sejak kasus positif virus corona diumumkan pemerintah pada 2 Maret 2020 lalu.


Merujuk data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sejak 1 Juli hingga hari ini, kasus positif virus corona bertambah di atas 1.000 orang per hari.

Total kasus positif Covid-19 dari 1 sampai 8 Juli sebanyak 11.694 orang. Dengan demikian, rata-rata kasus positif bertambah 1.462 orang per hari.

Angka tambahan kasus positif tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata kasus positif harian sepanjang Juni 2020.

Pada bulan lalu jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 sebanyak 29.912 orang dengan rata-rata kasus baru sekitar 997 orang per hari, atau tidak mencapai 1.000 orang.

Meskipun demikian, pasien yang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona juga bertambah. Sepanjang 1-8 Juli total pasien sembuh sebanyak 6.779 orang atau rata-rata bertambah 847 orang per hari.

Sementara pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia dari 1-8 Juli bertambah sebanyak 483 orang atau rata-rata bertambah 60 orang per hari.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat meminta agar kasus positif virus corona bisa turun pada Mei 2020 dengan cara apapun. Alih-alih turun kasus positif terus meningkat sepanjang Mei hingga Juni 2020.

Kemudian dalam wawancara eksklusif di acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (22/4), Jokowi optimistis kasus positif virus corona menurun pada Juli 2020.

"Kalau ditanya ke saya, saya ingin optimis Juli sudah masuk pada posisi ringan. Sehingga puncaknya kita harapkan pada bulan Mei. Kemudian turun. Tapi dengan catatan masyarakat memiliki kedisiplinan yang kuat," kata Jokowi.

Meskipun kasus positif virus corona masih terus bertambah, Jokowi sudah mencanangkan hidup berdampingan dengan virus corona alias tatanan hidup baru (new normal). Alhasil sejumlah daerah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Jawa Timur mulai melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

(fra/fra)

[Gambas:Video CNN]