Survei Kemendikbud: 90 Persen Mahasiswa Mau Kuliah Tatap Muka

CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 19:04 WIB
The collage peoples in the class. Ilustrasi kuliah di kampus (iStockphoto/1001nights)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil survei Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan 90 persen responden mahasiswa ingin kuliah tatap muka seperti biasa ketimbang via internet atau dalam jaringan (daring). Kuliah via internet dianggap tidak efektif.

"Ketika kita tanya memilih daring atau luring (luar jaringan), 90 persen mengatakan masih lebih baik luring, pertemuan langsung dengan dosen masih bagus dibanding melalui daring," kata Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI, Kamis (9/7).

Nizam menjelaskan bahwa mayoritas mahasiswa menganggap perkuliahan via internet terhambat oleh koneksi. Dosen pun kerap memberi tugas lebih banyak kepada mahasiswa.


Karenanya, mayoritas responden mahasiswa ingin kuliah tatap muka meskipun saat ini masih terjadi pandemi virus corona (Covid-19).

"Jadi survei dilakukan di bulan pertama pembelajaran daring, dosen yang belum siap ya memberi tugas saja, sehingga mahasiswa terbebani dengan tugas yang banyak," kata Nizam.

Ada kelebihan kuliah via internet di mata mahasiswa, yakni pengalaman baru. Mahasiswa juga mengaku bisa sambil bersantai saat kuliah berlangsung.

"Kelebihan daring dari kacamata mahasiswa ini, sebagian besar mengatakan ini pengalaman baru, lebih rileks, tidak perlu datang ke kampus bisa, kadang-kadang bisa sambil tiduran," kata dia.

Survei yang digelar Kemendikbud melibatkan 237.193 mahasiswa di 32 provinsi. Survei dilakukan pada akhir Maret 2020 lalu.

Nizam tidak menjelaskan metode survei yang dilakukan. Dia hanya mengatakan responden survei adalah mahasiswa tahun masuk kuliah 2015 hingga 2019.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan tahun akademik perguruan tinggi tetap dimulai Agustus mendatang meski masih ada wabah virus corona. Akan tetapi, dia melarang kuliah tatap muka dilakukan di kampus.

Tahun akademik tidak diundur karena Nadiem yakin perguruan tinggi mampu menjalankan sistem pembelajaran jarak jauh via internet. Lebih mampu ketimbang jenjang pendidikan menengah dan dasar.

"Tahun akademik perguruan tinggi tetap bulan Agustus 2020, tetapi pembelajaran di perguruan tinggi di semua zona masih dilakukan secara daring, jadi masih online belum belajar tatap muka," kata Nadiem dalam diskusi virtual pada 15 Juni lalu.

(yoa/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK