Target Tekan Corona Berakhir, Jatim Kirim Laporan ke Jokowi

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 06:51 WIB
Presiden Joko Widodo memimpin ratas, Jumat (3/4) Presiden Joko Widodo memberikan waktu dua pekan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menekan penyebaran virus corona. (Foto: Dok. Biro Sekretariat Presiden/Kris)
Surabaya, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengaku telah mengirimkan laporan penanganan virus corona (Covid-19) kepada Presiden Joko Widodo. Laporan berisi soal upaya penekanan virus corona selama dua pekan, sesuai target tenggat waktu yang diberikan Presiden Jokowi.

Sekretaris Daerah Jawa Timur Heru Tjahjono mengatakan laporan tersebut telah diserahkan pihaknya kepada Pangkogabwilhan II, untuk kemudian disampaikan kepada Presiden Jokowi.

"Kemarin kita melakukan rapat untuk membuat laporan, untuk menyampaikan kepada bapak presiden," kata Heru, di temui di DPRD Jatim, Kamis (9/7).


Dalam laporan itu, pihaknya menyampaikan bahwa perbaikan kedisiplinan protokol kesehatan oleh masyarakat Jatim. Hal itu berdasarkan penelitian Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (IKA FKM Unair), Surabaya.

"Yang dulunya 70 persen (tak pakai masker) sekarang sudah mulai 30 persen, jadi ada perbaikan kedisiplinan protokol kesehatan," kata dia.

Selanjutnya, ia juga melaporkan bahwa tracing dan testing terus dilakukan secara masif sehingga memicu tingginya pertambahan kasus positif.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, per Kamis (9/7) kasus positif corona di Jatim bertambah 418 sehingga total kasus kumulatif menjadi 15.466.

"Memang tracing dan testing terus dilakukan, otomatis kasus ini seiring [bertambah banyak] dengan tracing yang dilakukan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Hal yang menggembirakan, kata Heru, adakag meningkatnya angka kesembuhan di Jatim. Tercatat ada 234 pasien yang baru sembuh sehingga total pasien sembuh berjumlah 5.813 orang.

"Kesembuhannya juga meningkat. Untuk Jatim, khususnya Surabaya Raya," ujarnya.

Angka kematian pun mulai melandai. Per Kamis, ada 27 pasien meninggal akibat Covid-19. Sehingga total meninggal dunia mencapai 1.116.

Kendati demikian, Jatim hingga kini masih menjadi daerah dengan kasus corona tertinggi dan kematian terbanyak secara nasional. Bahkan angkanya melampaui DKI Jakarta dan provinsi-provinsi lainnya.

(frd/wis)

[Gambas:Video CNN]