UIN Aceh Bebaskan Uang Kuliah Mahasiswa Terdampak Covid-19

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 04:37 WIB
Ilustrasi perkuliahan. (Thinkstock/diego_cervo).
Banda Aceh, CNN Indonesia --

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry membebaskan uang kuliah tunggal berkeadilan (UKTB) bagi mahasiswa terdampak Covid-19. Hal itu untuk mendukung keberlangsungan pendidikan selama pandemi.

"Kepada mahasiswa UIN Ar-Raniry akan diberikan keringanan biaya kuliah sesuai dengan dampak yang dialami, mulai dari keringanan dari UKT sebelumnya hingga dibebaskan 100 persen sesuai dengan kriteria masing-masing," kata Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Warul Walidin dalam keterangannya, Kamis (9/7).

Warul mengatakan bagi mahasiswa yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19, UKT dibebaskan hingga 100 persen. Bagi mahasiswa dan atau orang tuanya yang sakit karena Covid-19 akan ada pengurangan UKT sebesar 30 persen dari sebelumnya.


Untuk permohonan tersebut dapat dibuktikan dengan surat keterangan dari rumah sakit atau Gugus Tugas Covid-19 Provinsi atau Kabupaten/Kota. Selanjutnya, bagi mahasiswa yang hanya tinggal penyelesaian skripsi diberikan pengurangan UKT sebesar 20 persen dari sebelumnya, dibuktikan dengan melampirkan SK Bimbingan dan KRS semester berjalan.

Bagi mahasiswa yang orang tua atau walinya memenuhi kriteria lain seperti meninggal dunia, mengalami pemutusan hubungan kerja, mengalami kerugian usaha atau dinyatakan pailit, mengalami penutupan tempat usaha, sakit keras atau menurunnya pendapatan secara signifikan minimal 25 persen dari pendapatan sebelum Covid-19, maka kepada mereka diberikan pengurangan UKT sebesar 10 persen dari UKT semester sebelumnya.

"Pimpinan UIN Ar-Raniry telah menetapkan surat keputusan tersebut berdasarkan masukan dari berbagai pihak dan kebijakan dalam memberikan keringanan bagi masyarakat khususnya mahasiswa UIN Ar-Raniry, semoga walaupun dalam kondisi pandemi, proses pendidikan dapat berjalan dengan baik," kata Warul.

Keringanan UKT tersebut diberikan kepada mahasiswa tahun masuk 2014-2019, dengan persyaratan pengajuan keringanan antara lain, mengajukan surat permohonan, surat pernyataan kebenaran dokumen, melampirkan dokumen umum seperti KK, KTP orang tua.

Selanjutnya juga melampirkan dokumen pendukung, seperti surat keterangan dari kepala desa, surat keterangan sakit dari rumah sakit, surat pailit dari pengadilan, surat keterangan penutupan tempat usaha dari pemerintah daerah, surat keterangan PHK, SK Bimbingan dan surat keterangan dari Rumah Sakit atau Gugus Covid-19 bagi mahasiswa yang orang tuanya meninggal dunia atau sakit karena Covid-19.

Semua permohonan tersebut dapat diajukan secara daring melalui email keringanan.ukt@ar-raniry.ac.id paling lambat 24 Juli 2020. Namun bagi yang tidak mengajukan permohonan keringanan, maka yang bersangkutan dianggap sanggup membayar UKT sesuai dengan besaran UKT sebelumnya pada jadwal yang ditetapkan.

(dra/pmg)

[Gambas:Video CNN]