Lampu Merah Jokowi Hadapi Lonjakan Kasus Era New Normal

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 07:02 WIB
Presiden Joko Widodo tiba untuk menghadiri KTT ASEAN ke-36 secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/6/2020). Dalam KTT dengan tuan rumah Vietnam tersebut, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya untuk memperkuat kerja sama antar negara anggota ASEAN dalam pemulihan ekonomi dampak pandemi COVID-19 serta mengusulkan perlunya pengaturan ASEAN Travel Corridor. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/wsj. Rekor kasus corona harian mencapai 2.657 orang menjadi wanti-wanti bagi daerah di saat pemerintah kini tengah melonggarkan aktivitas sosial menuju new normal. Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo menyoroti penambahan kasus virus corona (covid-19) yang tembus 2.657 orang di tengah kunjungan kerja di Kalimantan Tengah, Kamis (9/7) kemarin. Penambahan ini merupakan rekor tertinggi sejak pandemi covid-19 ditemukan awal Maret lalu.

"Perlu saya ingatkan sudah lampu merah lagi, hari ini secara nasional kasus positif tinggi sekali hari ini, 2.657," ujar Jokowi.

Lonjakan kasus ini terjadi ketika pemerintah melonggarkan pembatasan aktivitas sosial menuju new normal.

Menurut Jokowi, penambahan kasus yang mencapai lebih dari 2 ribu ini menjadi peringatan tiap daerah agar lebih keras mengendalikan persebaran kasus covid-19. Ia menegaskan bahwa sebaran covid-19 di seluruh wilayah di Indonesia sangat tergantung kepada penanganan di tiap daerah.

Mantan wali kota Solo itu lantas menyinggung kasus covid-19 di Kalteng yang terbilang kecil yakni 1.093 kasus. Namun ia mengingatkan jika jumlah kasus itu tak dikendalikan, jumlahnya akan terus bertambah.

"Kalau angka yang masih kecil ini tidak dikendalikan dengan baik, manajemen krisis tidak tegas, rakyat tidak diajak semua bekerja bersama menyelesaikan, hati-hati angka yang tadi saya sampaikan bisa bertambah banyak. Jangan dianggap enteng," katanya.


Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusaimeninjau kesiapan penerapan prosedur standar New Normal di Stasiun MRT BundaraanHI, Jakarta, Selasa (26/5/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/foc.Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau kesiapan penerapan prosedur standar New Normal di Stasiun MRT BundaraanHI, Jakarta, Selasa (26/5). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/foc.


Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sejak 1 sampai 8 Juli, kasus positif virus corona bertambah di atas 1.000 orang per hari.

Total kasus positif Covid-19 dari 1 sampai 8 Juli sebanyak 11.694 orang. Dengan demikian, rata-rata kasus positif bertambah 1.462 orang per hari.

Angka tambahan kasus positif tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata kasus positif harian sepanjang Juni 2020.

Dari data 9 Juli, jumlah kumulatif kasus covid-19 mencapai 70.736 orang. Dari jumlah tersebut 32.651 orang sembuh dan 3.417 lainnya meninggal dunia.

Penambahan kasus terbanyak berasal dari klaster Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD) di Bandung, Jawa Barat, yakni sebanyak 1.262 orang.

(psp/gil)

[Gambas:Video CNN]