Wali Kota Cimahi: Klaster Pusdikpom Hasil Swab Pekan Lalu

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 18:26 WIB
Petugas medis menyiapkan sampel tes swab di Halaman Laboratorium Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (9/6/2020). Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemerintah Kabupaten dan Kota terus berupaya mengendalikan penyebaran COVID-19 dengan melakukan pelacakan melalui tes diagnostik cepat (Rapid Test) maupun swab terhadap warga di Provinsi Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc. Ilustrasi Petugas medis menyiapkan sampel tes usap risiko penularan virus corona. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wali Kota Cimahi, Jawa Barat, Ajay M Priyatna mengonfirmasi mengenai klaster penyebaran virus corona (Covid-19) di Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan Darat (Pusdikpom AD).

"Dinkes Cimahi sedang melakukan tracing dan koordinasi lanjutan dengan Danpusdikpom. Awalnya itu hasil dari swab test Jumat [3/7] pekan lalu," kata  Ajay di Cimahi, Jumat (10/7) seperti dilansir Antara.

Untuk diketahui, Pusdikpom AD itu berada di Baros, Kecamatan Cimahi Tengah.


Dari adanya kasus itu, menurutnya pihak Pusdikpom telah melakukan karantina mandiri di kompleks pendidikan militer tersebut.

"Informasi sampai saat ini semua pintu masuk ditutup dan digembok jadi tidak ada yang keluar masuk," kata Ajay.

Dari informasi yang beredar, ada sebanyak 99 anggota TNI yang terkonfirmasi positif di Pusdikpom AD. Di antaranya, sebanyak 74 siswa dan 25 anggota yang berdinas di Pusdikpom AD. Namun, Ajay mengaku tak bisa mengonfirmasi yang positif di Pusdikpom AD karena belum tahu jumlah tepatnya.

"Jumlah tepatnya nanti saya konfirmasi biar tidak salah," kata dia.

Sebelumnya, klaster baru penularan virus corona juga ditemukan di lingkungan pendidikan militer TNI AD, yakni di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD) di Kecamatan Hegar Manah, Kota Bandung, Jawa Barat.

Sejauh ini ada 1.262 orang yang positif terinfeksi virus corona hingga Kamis kemarin (9/7).

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan mayoritas kasus positif di Secapa tergolong orang tanpa gejala (OTG). Secapa lantas dikarantina sesuai dengan protokol kesehatan guna menekan laju penularan.

(Antara/kid)

[Gambas:Video CNN]