Corona di Udara, Gugus Tugas Sudah Komunikasi dengan WHO

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 18:19 WIB
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan laporan perkembangan kasus COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6/2020). Achmad Yurianto menyatakan hingga Kamis (18/6) pukul 12.00, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia bertambah 1.331 orang sehingga bertotal 42.762 orang sementara jumlah total pasien sembuh menjadi 16.798 orang dan total kasus kematian menjadi 2.339 orang. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww. Juru bicara pemerintah Achmad Yurianto mengatakan mikro droplet virus corona bisa bertahan di udara (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sudah berkomunikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ihwal informasi penyebaran virus corona via udara. Dari hasil komunikasi dengan WHO, Juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan bahwa mikro droplet bisa bertahan di udara.

"Dari beberapa kali kami mencoba berkomunikasi dengan WHO sebenarnya kasus ini lebih cenderung disebarkan oleh mikro droplet, droplet yang sangat kecil," kata Yurianto saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (10/7).

Yurianto mengatakan bahwa mikro droplet bisa bertahan lebih lama di satu ruangan yang tidak memiliki sirkulasi udara yang baik. Dia lantas menyarankan agar ruangan yang dipakai beraktivitas agar disertai dengan sirkulasi udara.


"Upayakan ini bisa kita lakukan dengan baik. Paksakan udara bergerak, apakah menggunakan kipas angin atau kipas yang untuk menghisap udara keluar, agar semuanya selalu bergerak," kata dia

Selain itu, jika memungkinkan, ia juga mengingatkan agar jendela yang ada di ruangan dibuka pada pagi hari. Menurutnya itu bisa membuat udara yang ada di dalam ruangan lekas keluar.

"Kalau mungkin jendela dibuka pada pagi hari, agar udara segar dari luar masuk. ini upaya agar udara yang terjebak di ruang kerja, tidak tertahan sampai berhari hari tanpa ada sirkulasi yang memadai," kata dia.

Yuri lalu menyarankan masyarakat untuk selalu memakai masker. Terutama jika beraktivitas di dalam ruangan. Menurutnya, orang yang tidak memakai masker lebih memungkinkan tertular Covid-19 via udara.

"Memungkinkan siapa pun yang nantinya berada di ruangan tersebut dan tidak terlindung karena tidak pakai masker atau menggunakan masker tapi digunakan tidak tepat akan sangat memungkinkan mendapatkan penularan," kata Yurianto

(yoa/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]