Anies: Hari Ini Jakarta Tembus Rekor Tambahan Harian Corona

CNN Indonesia | Minggu, 12/07/2020 18:26 WIB
Petugas kesehatan menggunakan alat rapid diagnostic test Corona RI-GHA COVID-19  di ruang Heritage, Kemenko PMK, Jakarta. Kamis (9/7/2020). CNN Indonesia/Andry Novelino Ilustrasi. Peningkatan kasus harian Covid-19 selama beberapa waktu ke belakang membuat angka positivity rate corona DKI Jakarta meningkat tajam. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, laporan harian infeksi virus corona (Covid-19) per Minggu (12/7) mencatatkan angka penambahan tertinggi untuk wilayah DKI Jakarta sebanyak 404 kasus baru.

Anies menyebut, dalam sepekan terakhir, DKI Jakarta tiga kali mencatat rekor penambahan harian. Pada Minggu (12/7), DKI Jakarta mencatat rekor harian tertinggi.

"Dalam seminggu terakhir ini kita tiga kali mencatat rekor baru penambahan harian, dan hari ini adalah yang tertinggi sejak kita menangani [Covid-19] di Jakarta," ujar Anies dalam video yang diunggah akun Youtube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (12/7).


Tercatat, penambahan sebanyak 308 kasus baru pada Selasa (7/7), 293 kasus baru pada Rabu (8/7), 359 kasus baru pada Jumat (10/7), dan 404 kasus baru pada Minggu (12/7).

Dengan angka-angka tersebut, total akumulasi kasus Covid-19 di DKI Jakarta per Minggu (12/7) mencapai 14.361 kasus dengan 9.200 pasien dinyatakan sembuh dan 702 dilaporkan meninggal dunia.

Peningkatan kasus harian Covid-19 tersebut membuat angka positivity rate corona di DKI Jakarta meningkat tajam menjadi 10 persen. Padahal sebelumnya, menurut Anies, angka positivity rate corona di DKI Jakarta berada di bawah rata-rata dunia, yakni 5 persen.

Positivity rate adalah rasio angka positif kasus corona dibanding dengan hasil pemeriksaan spesimen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  memantau new normal  masa transisi PSBB di kawasan Stasiun MRT  Sudirman dan Dukuh Atas, Jakarta 8 Juni 2020.Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, peningkatan kasus harian membuat angka positivity rate Covid-19 di DKI Jakarta meningkat tajam. (CNN Indonesia/ Safir Makki)

Anies merinci, pada tanggal 11-17 Juni, positivity rate sebesar 3,1 persen, kemudian meningkat pada 18-24 Juni 3,7 persen, pada 25 Juni-1 Juli 3,9 persen, dan 2-8 Juli meningkat jadi 4,8 persen.

"Tapi angka positivity rate itu menjadi 10,5 persen. Ini adalah satu peringatan bagi kita semua bahwa kita harus lebih waspada, lebih disiplin," ucap Anies.

[Gambas:Youtube]

Lebih lanjut, ia mencatat, klaster penularan Covid-19 tertinggi di DKI Jakarta berada di rumah sakit yakni 45,26 persen. Disusul penularan dalam komunitas sebesar 38 persen, pasar 6,8 persen, dan pekerja migran 5,8 persen.

Anies juga mengingatkan, banyak kasus positif Covid-19 ditemukan pada orang tanpa gejala (OTG). Maka dari itu, pihaknya tetap mengimbau warga Jakarta agar berhati-hati dan menerapkan protokol kesehatan.

"Tapi ingat 66 persen dari yang kita temukan adalah OTG. Ini-lah sebabnya mengapa kita harus hati-hati. Jadi kepada semua warga Jakarta harus hati-hati, jangan anggap enteng, jangan anggap kita bebas dari Covid-19," pungkas Anies.

[Gambas:Video CNN]



(mln/asr)

[Gambas:Video CNN]