Gugus Tugas Kaji Pembukaan Sekolah di Zona Kuning Corona

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 04:04 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menyampaikan konferensi pers seusai rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (Rusman-Biro Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo berencana memberi izin pembukaan sekolah di wilayah zona kuning virus corona atau risiko rendah. Rencana ini masih dalam pembahasan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Gugus tugas sebelumnya hanya rekomendasi sekolah di zona hijau, saat ini (dibahas) agar zona kuning diizinkan. Kami sedang bahas ini dengan Kemendikbud," ujar Doni usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/7).

Doni mengatakan, rencana pembukaan sekolah ini mengacu pada permintaan dari orang tua dan pihak sekolah yang mengeluhkan ketiadaan kegiatan sejak pandemi corona.


Jika rekomendasi itu disetujui, kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan di antaranya membatasi jumlah kegiatan dan mengurangi jumlah siswa yang belajar di kelas.

"Kalau disetujui maka maksimal setiap pelajar hanya dua kali ikut kegiatan, dan presentase pelajar tidak boleh lebih dari 30 persen," katanya.

Namun Doni menekankan bahwa rencana itu masih dalam pembahasan. "Zona hijau sudah, (zona kuning) masih dalam pembahasan," ucapnya.

Tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai tepat hari ini, Senin (13/7). Tidak seperti tahun ajaran umumnya, pembelajaran dilakukan dengan metode berbeda-beda.

Sejumlah daerah di zona hijau, seperti Sukabumi, mulai menerapkan pembelajaran tatap muka. Namun Kemendikbud menginstruksikan siswa tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan.

Sedangkan daerah di luar zona hijau masih melakukan pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (via internet) atau luar jaringan.

(psp/osc)

[Gambas:Video CNN]