Dua Staf TVRI Surabaya Meninggal, 3 Karyawan Metro TV Positif

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 17:24 WIB
Ilustrasi Virus Corona Ilustrasi virus corona. (dok. cgtn.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala TVRI Jawa Timur, Akbar Sahidi membenarkan kabar dua orang karyawannya meninggal dunia usai diduga terinfeksi virus corona (Covid-19).

Hal itu menyusul informasi yang beredar informasi yang menyebutkan bahwa sejumlah karyawan di tiga media di Surabaya diduga terkonfirmasi positif corona. Rinciannya 54 orang dari RRI, tiga dari Metro TV dan dua dari TVRI Surabaya.

"Jadi memang hari Sabtu (11/7) dan Minggu (12/7) itu ada dua rekan kami yang meninggal dunia, yang satu gejala tifus dan yang satu DBD," kata Akbar saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Senin (13/7).


Kedua karyawan yang diketahui sehari-harinya beraktivitas di dalam kantor itu, kata Akbar, telah menjalani perawatan di rumah sakit, mereka juga telah menjalani pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR).

Namun, belum sempat hasil tes swab itu keluar, keduanya ternyata lebih dulu meninggal dunia. Mereka pun dimakamkan sesuai dengan protokol pemakaman pasien Covid-19.

"Mereka dimakamkan dengan proses Covid-19. Kami belum mendapatkan hasil tes swab PCR keduanya, karena keluarga yang tahu," ujar Akbar.

Sebelum keduanya meninggal, pihak TVRI juga telah melakukan rapid test massal terhadap 180 karyawannya. Dan hasilnya enam orang dinyatakan reaktif.

"Enam orang reaktif ini, sudah kami lakukan swab. Dan belum turun hasilnya, masih isolasi mandiri," kata.

Guna memastikan kondisi semua karyawan TVRI Surabaya dalam keadaan baik, pihaknya pun telah mengajukan ke manajemen agar seluruh pegawai difasilitasi tes swab.

"Ini kan sudah dua korban, saya sudah sampaikan pihak manajemen, supaya untuk memastikan kita baik-baik saja, kita harus lanjut dengan swab, konfirmasi dengan gugus tugas," ujarnya.

TVRI Surabaya telah menutup sementara kantornya hingga dua pekan ke depan. Selain itu pihaknya juga sudah melakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan ke seluruh ruangan.

"Kita lockdown mulai hari ini sampai 27 Juli. Selama itu kita tidak produksi apa-apa, kita hanya siarkan re-lay dari Jakarta. Total, tidak ada operasional maupun perkantoran," ujarnya.

Sementara itu, Head of Corporate Communications MetroTV, Fifi Aleyda Yahya, juga membenarkan bahwa ada tiga karyawan di Metro TV Surabaya yang terkonfirmasi positif corona.

Saat ini ketiga karyawan Metro TV di Biro Surabaya tersebut sudah mendapatkan perawatan dan dalam kondisi yang membaik.

"Alhamdulillah tiga karyawan kami sudah dalam keadaan baik saat ini," ujar Fifi melalui keterangan tertulisnya kepada CNNIndonesia.com.

Seperti di MetroTV Jakarta, Fifi mengatakan, Biro Surabaya menerapkan protokol pencegahan Covid 19 bagi seluruh karyawan.

"Mereka sudah menjalani protokol kesehatan terkait covid-19 termasuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, serta mengikuti serangkaian tes secara berkala," ujar Fifi.

(frd/ain)

[Gambas:Video CNN]