Demi Liburan Turis, Gugus Tugas Bakal Bersihkan Limbah Corona

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 06:05 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menyampaikan konferensi pers seusai rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo. (Dok. Biro Setpres/Rusman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo memastikan pihaknya akan mulai mengendalikan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) terkait virus corona

Doni menyampaikan Gugus Tugas akan berfokus mengendalikan limbah di hilir, terutama di kawasan wisata yang akan banyak dikunjungi wisatawan.

"Jangan sampai limbah APD, masker, berserakan di pantai-pantai kita," kata Doni dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/7).


"Orang pasti akan komplain, pasti akan keberatan. Apalagi kalau nanti ada penyelam menemukan masker di sejumlah koral yang selama ini menjadi tujuan wisata," lanjut dia.

Dalam melakukan tugas itu, Doni membentuk satuan baru di bawah naungan Gugus Tugas. Satuan itu akan khusus menangani pengendalian limbah medis terkait corona.

Pria yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu menyebut pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Masalah limbah, Gugus Tugas telah bekerja sama dengan KLHK dan telah membuka atau menambah satu bidang yaitu pengendalian limbah B3 dalam organisasi Gugus Tugas," tutur Doni.

Masalah limbah medis corona menjadi sorotan setelah Koalisi Persampahan Nasional memublikasi hasil observasinya. Mereka menyebut limbah corona bercampur dengan limbah domestik di tempat pembuangan akhir (TPA) Sumurbatu, Kota Bekasi, dan TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

CNNIndonesia.com sempat menelusuri temuan itu langsung ke lokasi. Namun pada Kamis (9/7), sudah tidak ditemukan tumpukan sampah medis corona.

"Memang ada seminggu lalu kayaknya, ditemuin sama pemulung dari Banten, Karawang pas lagi ngorek-ngorek," kata salah seorang pemulung yang enggan disebutkan namanya sembari berbincang dengan CNNIndonesia.com.

"Sekarang sudah tidak tahu ya, apakah itu diangkut atau bagaimana," lanjutnya sembari menunjukkan lokasi temuan sampah itu.

(dhf/kid)

[Gambas:Video CNN]