Jokowi Minta Praja TNI-Polri Ikut Tangani Krisis saat Pandemi

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 11:16 WIB
Presiden Joko Widodo bersiap memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Ratas tersebut membahas percepatan pembangunan program strategis nasional Jalan Tol Sumatera dan Tol Cisumdawu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/POOL/foc. Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo menginginkan para perwira remaja (paja) TNI-Polri yang dilantik dapat memanfaatkan pandemi virus corona (Covid-19) untuk memperkokoh kekuatan kebangsaan. Selain itu, praja TNI-Polri ini juga bisa ikut terlibat dalam penanganan krisis selama pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam pelantikan praja TNI-Polri dalam Upacara Prasetya Perwira di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/7).

"Kita bukan hanya harus menyelesaikan masalah akibat pandemi, tapi harus mampu memanfaatkan pandemi untuk memperkokoh bangsa dan membuat lompatan-lompatan kemajuan," ujar Jokowi.


Menurut Jokowi, krisis yang terjadi akibat pandemi saat ini dapat memperkokoh kepedulian, sikap gotong-royong, hingga persatuan dan kebersamaan bangsa. Untuk itu, ia meminta keterlibatan para praja TNI-Polri membantu menyelesaikan krisis yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

"Saya berpesan kepada saudara-saudara untuk ikut partisipasi menyelesaikan krisis ini dan belajar dari krisis untuk ikut memperkokoh kebersamaan berlandaskan Pancasila dalam rangka lompatan kemajuan," katanya.

Jokowi mengatakan Indonesia saat ini tengah menghadapi persoalan kesehatan dan ekonomi yang sangat pelik imbas dari pandemi covid-19. Namun, menurutnya, persoalan ini tak hanya terjadi di Indonesia namun juga di 215 negara lain di dunia.

"Sebagai bangsa pejuang kita tidak boleh menyerah," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyinggung soal tantangan teknologi yang akan dihadapi para perwira remaja TNI-Polri di tengah persaingan ketat antarnegara untuk menguasai pengetahuan dan teknologi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, teknologi militer saat ini juga berkembang dengan cepat karena telah memanfaatkan kecerdasan buatan, auto measure, augmented reality, dan teknologi siber.

"Masih banyak lagi perkembangan teknologi yang mengagumkan, yang saudara-saudara harus menjadi bagian untuk mengendalikan dan mengembangkannya," kata Jokowi.

Ia juga menyebut tantangan kejahatan yang akan dihadapi para perwira kepolisian karena menggunakan teknologi canggih hingga kejahatan siber lintas negara. Jokowi meminta agar para perwira remaja ini dapat beradaptasi dengan berbagai perubahan sesuai karakter bangsa.

"Saudara-saudara harus mengikuti perkembangan zaman, harus menjadi bagian dari kualitas SDM Indonesia yang hebat, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," ucapnya.

Jokowi juga mengingatkan agar para perwira remaja TNI ini tetap memegang teguh kode etik dan jati diri sebagai perwira TNI-Polri. "Junjung tinggi kehormatan dan kecintaan sebagai perwira TNI-Polri, pelihara kekompakan dan persatuan, beri pelayanan terbaik bagi bangsa, negara, rakyat kita," imbuhnya.

Jokowi diketahui melantik 750 perwira TNI-Polri dalam Upacara Prasetya Perwira Tahun 2020. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelantikan hanya dihadiri sejumlah perwira remaja peraih Adhi Makayasa dari masing-masing akademi angkatan dan kepolisian.

Sementara ratusan perwira remaja lain mengikuti melalui video conference dari akademi masing-masing.

(psp/osc)

[Gambas:Video CNN]