295 Tenaga Kesehatan Jatim Positif Corona, 23 Meninggal

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 14:34 WIB
Seorang tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri lengkap saat jam pertukaran shift di rumah sakit rujukan COVID-19 RSUD Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (13/7/2020). Kementerian Kesehatan menyebutkan per 8 Juli 2020, dari total anggaran insentif tenaga kesehatan COVID-19 sebesar Rp1,9 triliun telah menyalurkannya sebesar Rp284,5 miliar kepada 94.057 tenaga kesehatan baik yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan dan institusi kesehatan pusat. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj. Sebanyak 295 tenaga kesehatan di Jawa Timur terinfeksi corona, 23 di antaranya meninggal dunia. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 295 tenaga kesehatan di Jawa Timur disebut positif terkonfirmasi corona (Covid-19). Mereka yakni dokter, perawat, bidan, apoteker hingga petugas laboratorium atau laboran. 

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Kohar Hari Santoso. 

"Catatan sampai 9 Juli, ada 295 tenaga kesehatan yang positif corona," kata Kohar, Selasa (14/7).


Dari jumlah itu, itu sebanyak 23 orang diantaranya meninggal dunia akibat infeksi virus corona. Sedangkan 188 lainnya sudah dinyatakan sembuh.

"23 meninggal dunia, 188 sembuh. Sisanya yang masih dalam perawatan sebanyak 84 orang," ujar Kohar. 

Namun ia tidak merinci detal tiap profesi yang terpapar virus corona. Dia hanya menyebut bahwa ada 78 dokter positif Covid-19. Sebanyak 11 dilaporkan meninggal dunia, 47 dinyatakan sembuh.

"Kami ingin klarifikasi juga dari teman-teman. Mungkin ada data dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia), PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) atau yang lainnya. Barangkali mereka punya data lebih valid lagi," kata dia. 

Ia mengatakan, berdasarkan pelacakan, tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 itu tidak semuanya yang bertugas di instalasi khusus atau ruang isolasi pasien corona. Mereka ada yang terpapar ditempat lain. 

"Beberapa setelah kami tracing lebih jauh, banyak yang ternyata mereka bukan menangani Covid-19 semata. Tetapi ada di beberapa tempat, jadi mungkin dari pasien yang diperiksa atau yang konsultasi di tempat mereka," kata Kohar.

Sementara itu, Ketua IDI Jatim, dr Sutrisno mengatakan per Senin (13/7) kemarin, sudah ada 19 dokter yang dilaporkan meninggal dunia akibat Covid-19.

"Paling banyak Surabaya," ujar Sutrisno.

Jatim saat ini adalah daerah yang paling banyak kasus corona. Hingga kemarin tercatat ada 16.877 kasus positif corona. Sebanyak 1.226 di antaranya meninggal dan 6.609 sembuh. 

(frd/sur)

[Gambas:Video CNN]