Menko PMK Minta Khotbah Iduladha saat Corona Diringkas

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 13:11 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy memebrikan keterangan di Istana, Senin (22/6) Menko PMK Muhadjir Effendy sarankan Salat Iduladha di tengah pandemi corona diisi dengan khutbah yang pendek (Rusman-Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyarankan agar khatib meringkas isi khotbah saat salat Iduladha di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Muhadjir juga menyarankan agar imam membacakan ayat-ayat Alquran yang pendek agar salat tidak berlangsung lama. Hal ini bertujuan tak terjadi kerumunan dalam waktu lama demi menghindari penyebaran Covid-19.

"Saya sarankan agar ada imbauan khotbahnya pendek saja agar tetap khusyuk. Begitu juga ayatnya juga pendek sehingga salatnya cepat selesai. Sehingga kemungkinan penularan virus bisa dihindari," kata Muhadjir dalam siaran pers yang diakses CNNIndonesia.com, Selasa (14/7).


Pemerintah memutuskan untuk membolehkan masyarakat salat Iduladha berjemaah dan penyembelihan hewan kurban saat pandemi masih berlangsung. Meski begitu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh masyarakat sebelum salat Iduladha dan penyembelihan hewan digelar.

Akan tetapi, pemerintah menganjurkan masyarakat menggelar salat di masjid atau musala di lingkungan masing-masing. Hal ini bertujuan untuk menghindari pertemuan masyarakat secara luas.

"Jadi tidak harus di lapangan yang luas atau masjid besar yang kemungkinan mengontrolnya sangat sulit," kata mantan Menteri Pendidikan itu.

Muhadjir lalu melarang Salat Iduladha berjemaah oleh warga di kampung atau gang yang berada di zona merah.

"Seperti yang disampaikan Pak Menag, pada dasarnya penetapan zona hijau, merah, kuning tidak atas dasar provinsi atau kabupaten kota. Tapi bisa lebih detail lagi misalnya ada kampung yang hijau tentu salatnya tidak dilarang. Kalau itu bisa dilakukan itu bisa bagus," tuturnya.

(tst/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]