Hasil Swab Kedua, 21 Staf Puskesmas Surabaya Negatif Corona

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2020 06:49 WIB
Petugas medis menyiapkan sampel tes swab di Halaman Laboratorium Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (9/6/2020). Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemerintah Kabupaten dan Kota terus berupaya mengendalikan penyebaran COVID-19 dengan melakukan pelacakan melalui tes diagnostik cepat (Rapid Test) maupun swab terhadap warga di Provinsi Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc. Petugas medis menyiapkan sampel tes swab. Sebanyak 21 tenaga kesehatan di Puskesmas Banyu Urip Surabaya dinyatakan negatif covid setelah tes Swab kedua. (Antara Foto/Bayu Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara memastikan bahwa 21 tenaga kesehatan di Puskesmas Banyu Urip, Sawahan, Surabaya, yang sempat dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19), kini telah negatif. 

Hasil itu, kata Febri didapatkan saat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya kembali melakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR) tahap kedua, kepada 21 orang tersebut. 

"Kemarin hasilnya keluar [positif], dan teman-teman dari Dinkes menganggap hasil tersebut perlu diverifikasi ulang karena memang hasil yang keluar terlalu lama. Karena kemarin ada keterbatasan reagen," kata Febri, Selasa (14/7).

Dari swab ulang terhadap dokter, staf apotek, bidan, perawat hingga tukang parkir tersebut, seluruhnya kemudian dinyatakan negatif Covid-19. 

"Kemudian, kemarin diverifikasi atau di swab lagi ditempat yang berbeda. Intinya di swab ulang dan hasilnya negatif semua," katanya. 

Kepala Puskesmas Banyu Urip dr Tenny Septania membenarkan bahwa ada 21 orang di puskesmasnya yang terkonfirmasi corona. Mereka yakni 18 staf, satu tukang parkir dan dua kerabat salah seorang dokter. 

Hal itu, kata dia, bermula saat seorang dokter yang bertugas di Puskesmas Banyu Urip, mengalami sakit dan terkonfirmasi positif corona. Yang bersangkutan bahkan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. 

Usai mendapati temuan itu, pihak puskesmas kemudian melakukan swab ke 59 staf pada 30 Juni 2020. Termasuk kepada tukang parkir, serta istri dan anak dokter tersebut. 

"Bermula dari satu dokter masuk rumah sakit karena Covid-19. Jadi semua kontak erat jadi di-swab semua. Termasuk tukang parkir, istri dan anak dokter tersebut," kata Tenny, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (15/7).

Namun hasil swab tersebut ternyata, baru keluar hampir dua pekan setelahnya, yakni pada 12 Juli. Disebut bahwa dari 59 orang yang menjalani tes, 21 di antaranya dinyatakan positif corona.

"Dari 59 yang di swab, itu 21 positif," ujarnya. 

Tenny mengatakan sejak tes swab dilakukan 30 Juni - 12 Juli, ke 18 staf di puskesmas Banyu Urip itu juga tetap bertugas seperti biasa. Pasalnya mereka, kata Tenny tak mengalami gejala apapun.

"Kita bertugas seperi biasa sambil menunggu hasil swab," katanya. 

Tak berselang lama, pada 13 Juli setelah hasil swab tahap pertama itu keluar, ke 21 orang yang dinyatakan positif tersebut kembali menjalani swab tahap kedua. Dan hasilnya, seluruhnya dinyatakan negatif corona. 

"Besoknya Senin (13/7) yang positif di swab ulang, alhamdulilah Selasa (14/7) hasilnya keluar jam 11.30 WIB, negatif semuanya," ujarnya. 

Ia mengaku bersyukur dengan hasil negatif tersebut. Tenny juga mengatakan bahwa saat ini para stafnya dalam kondisi sehat, termasuk tiga karyawannya yang dalam kondisi hamil. 

"Semuanya sehat-sehat tanpa gejala, termasuk yang hamil tiga orang. Yang hamil sudah saya usulkan istirahat tapi mereka ingin tetap bertugas, kita juga kasih vitamin," ucapnya. 

Kini, Puskesmas Banyu Urip tekah kembali buka seperti biasa, dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih diperketat dan pembersihan menggunakan cairan disinfektan, yang lebih rutin. 

Sebelumnya, sebanyak 21 staf dan karyawan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Meski begitu Puskesmas tidak ditutup sementara dan masih memberikan pelayanan.

(frd/ugo)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER