ASN Suspek Meninggal, Kantor Gubernur Sumsel Disterilisasi

CNN Indonesia | Minggu, 19/07/2020 14:05 WIB
Seorang tenaga kesehatan memakai alat pelindung diri sebelum memberikan makanan kepada pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung, Jawa Barat, Senin (13/7/2020). Kementerian Kesehatan menyebut anggaran untuk insentif tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19 mencapai Rp1,9 triliun baik di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan institusi kesehatan pusat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj. Ilustrasi perawat yang menangani pasien positif corona. (Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Palembang, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melakukan sterilisasi di Kantor Gubernur Sumsel setelah salah satu aparatur sipil negara (ASN) meninggal dunia dengan status suspek Covid-19. Pemprov belum memutuskan penutupan kantor pemerintahan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Gubernur Sumsel Herman Deru berujar, pihaknya segera melakukan sterilisasi setelah mendapatkan kabar salah satu ASN yang berkantor di Kantor Gubernur tersebut meninggal dunia.

"Kami sudah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area Pemprov. Untuk hasil tes yang bersangkutan, kita masih nunggu hasil laboratorium," ujar Herman, Sabtu (18/7).


Dirinya pun telah melakukan rapid test terhadap kontak terdekat ASN yang meninggal tersebut untuk mencegah penularan lebih lanjut.

"Kalau rapid test massal sudah sering kita lakukan, enggak harus nunggu ada kejadian seperti ini. Baik ASN, masyarakat, siapapun bisa langsung minta untuk di rapid. Saya imbau protokol kesehatan harus dipatuhi semua kalangan masyarakat karena siapapun bisa dengan mudah terpapar virus Covid-19," kata dia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri mengatakan meski hasil laboratorium ASN yang bersangkutan belum keluar, pemakaman dilakukan berdasarkan protokol Covid-19. Pihaknya menilai belum perlu melakukan penutupan kantor atas kejadian tersebut.



"Para pegawai di Kantor Gubernur cukup melakukan standar protokol yang berlaku. Cukup menjaga jarak, menggunakan masker, dan jaga kebersihan. Kita akan terhindar dari virus Covid-19, kuncinya di situ. Jadi tidak perlu menutup instansi," kata Yusri.

Berdasarkan data gugus tugas, hingga Sabtu (18/7) terdapat 2.966 kasus konfirmasi positif virus corona di Sumsel. Sebanyak 1.430 kasus masih aktif sementara 1.536 dinyatakan selesai.


(idz/gil)

[Gambas:Video CNN]