36 Meninggal, Korban Banjir Luwu Utara Diprediksi Bertambah

CNN Indonesia | Minggu, 19/07/2020 16:21 WIB
Foto udara proses pencarian korban banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/7/2020). Hingga hari kelima, tim SAR telah menemukan 36 korban meninggal dunia dan 18 orang lainnya masih terus dilakukan pencarian. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/wsj. Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban hilang banjir bandang di Luwu Utara. (Foto: ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan tercatat menelan korban meninggal hingga 36 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati menyatakan data tersebut didapat hingga Minggu (19/7). Tak hanya korban meninggal, pihaknya juga mencatat ada 40 orang yang dilaporkan hilang dalam bencana banjir bandang Luwu Utara. 

"Dari Pusdalop kami menerima data 36 orang meninggal dunia, 40 orang hilang namun sebagian telah ditemukan dalam keadaan selamat dan 58 orang luka-luka," Kata Raditya Jati saat menyampaikan konferensi pers di Gedung Graha BNPB dan disiarkan secara online. 


Kata dia, 36 korban jiwa yang telah didata hari ini, 12 orang berasal dari Kecamatan Masamba dan 24 orang dari Kecamatan Baebunta. Raditya juga merinci, banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Luwu pada 13 Juli lalu itu telah meredam 4.202 rumah, sehingga total pengungsi akibat banjir ini mencapai 14.483 orang. 

"Pengungsi mencapai 14.483 orang yang tersebar di beberapa titik," kata dia. 

Raditya mengatakan saat ini kemungkinan jumlah korban meninggal akibat banjir di Kabupaten Luwu bisa terus bertambah. Pihaknya juga akan terus melakukan pencarian hingga satu pekan ke depan. 

"Proses pencarian korban akan berlangsung selama satu minggu. Dan bilamana memang nanti dibutuhkan untuk mencari lagi, Basarnas akan standby dan lakukan proses lanjut," kata dia. 

"Jadi potensi kemungkinan (korban bertambah) masih bisa karena tertimbun lumpur yang mungkin akan sulit dalam akses untuk mencari," kata Raditya. 


(tst/gil)

[Gambas:Video CNN]