Wiku Adisasmito, Pengabar Corona Indonesia Setelah Yurianto

CNN Indonesia | Selasa, 21/07/2020 18:57 WIB
Ada perubahan besar dalam pemaparan data harian perkembangan Covid-19 di Indonesia, termasuk juru bicara yang menjadi pengabar dari pemerintah. Jubir pemerintah untuk penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ada perubahan besar-besaran dalam pemaparan data harian perkembangan virus corona (Covid-19) di Indonesia, Selasa (21/7).

Kini, pengabar perkembangan pandemi Covid-19 bukan lagi Dirjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto. Setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dibubarkan, posisi Yurianto sebagai juru bicara pemerintah untuk corona itu digantikan Wiku Adisasmito.

"Presiden telah menunjuk saya sebagai juru bicara satgas penanganan covid-19," ujar Wiku dalam keterangan pers dari Kantor Presiden, Jakarta, Selasa petang.


Sebenarnya, Wiku bukan wajah baru selama Indonesia dilanda pandemi Covid-19 beberapa bulan belakangan.

Sebelumnya, Wiku adalah Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Dia acap kali tampil di layar kaca mewakili Pemerintah sebagai tim pakar.

Di luar posisi struktural itu, Wiku adalah seorang pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Dikutip dari situs resmi FKM UI, pria bernama lengkap Wiku Bakti Bawono Adisasmito itu merupakan salah satu guru besar di kampus tersebut.

Jebolan PhD dari Colorado State University itu memiliki bidang ajar Analisis dan Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, dan Manajemen Lingkungan

Melansir situs resmi UI, Wiku menerangkan perjalanan kariernya melalui sebuah tulisan di blog resmi pengajar kampus tersebut.

Jabatan akademik pria kelahiran 1964 itu berawal dari Sekretaris Program Studi KARS UI pada periode 1996-1999.

Ia juga diketahui pernah menjadi Ketua Unit Riset dan Pengabdian Masyarakat FKM UI (2005-2006), Deputi Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UI (2006-2007), dan Direktur Kemitraan & Inkubator Bisnis UI (2007-sekarang).

Presiden Joko Widodo (kanan) menyimak penjelasan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Presiden menyatakan setiap kebijakan penanganan COVID-19 dibuat berdasarkan data ilmiah dan masukan dari ilmuwan dan kini telah ada sistem informasi terintegrasi yaitu Bersatu Lawan COVID-19 sebagai navigasi dan untuk menentukan zonasi wilayah berdasarkan tingkat penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/aww.Presiden RI Joko Widodo (kanan) menyimak penjelasan Wiku Adisasmito yang kala itu masih menjadi Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, 24 Juni 2020. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Secara akademis, Wiku adalah peraih gelar dokter hewan dari IPB pada 1988 silam. Ia kemudian melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya hingga mendapat gelar PhD dari Colorado State University, AS pada 1995.

"Saya meraih gelar Profesor/Guru Besar pada tanggal 1 Juli 2010 dibidang ilmu Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dikukuhkan di depan forum Majelis Wali Amanat, Dewan Guru Besar, dan Senat Akademik UI," demikian tulis Wiku di blog pada situs resmi UI.

Berselang dua tahun kemudian, dia sempat mengikuti pendidikan singkat di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Selain dalam penanganan Covid-19 saat ini, Wiku pun diketahui pernah terlibat dalam pengendalian wabah flu burung sebagai anggota panel ahli dalam Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI).

Kala itu, Wiku menjabat sebagai Steering Committee mewakili Indonesia dalam jejaring Asian Partnership for Emerging Infectious Disease Research (APEIR).

(mjo/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK