AHY soal Covid-19: First Wave Belum Tentu Kita Lampaui

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 06:23 WIB
Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono berharap pemerintah fokus mencegah korban jiwa akibat pandemi virus corona. Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono berharap pemerintah fokus mencegah korban jiwa akibat pandemi virus corona (CNN Indonesia/Aulia Bintang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan pemerintah ihwal jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) yang terus meningkat, bahkan telah melampaui China.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh menganggap keadaan saat ini baik-baik saja. Dia cemas pandemi Covid-19 semakin tak terkendali.

"Seolah kita baik, padahal Covid naik terus. Seolah kita bisa keluar dari krisis, padahal jangankan second wave, first wave-nya kita belum bisa lampaui," kata AHY saat berkunjung ke redaksi CNNIndonesia.com, Selasa (28/7).


AHY berpendapat lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia tak terlepas dari penerapan adaptasi kebiasaan baru atau new normal.

Selain itu AHY menegaskan tidak perlu berdebat antara ekonomi dan keselamatan rakyat saat menghadapi pandemi Covid-19.

"Harusnya sih kita tidak harus memilih ya. Artinya first and foremost, pertama dan utama, tentu keselamatan jiwa manusia dan kelangsungan hidup masyarakat kita," ucap AHY.

Dia mengibaratkan pandemi sebagai api, sedangkan krisis ekonomi adalah asapnya. "Sampai kapan pun kalau api tidak padam, maka asapnya akan ada. Itulah yang harus kita jadikan prinsip penanganan," ucap AHY.

Hingga Senin (27/7), Indonesia sudah mencatat 100.303 kasus positif Covid-19. Sebanyak 4.838 orang telah meninggal dunia, sedangkan 58,173 orang dinyatakan sembuh.

Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak kedelapan di Asia. Indonesia (19/7) bahkan telah melampaui China ,yang pertama kali mendeklarasi wabah Covid-19.

(dhf/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]