PDIP Rapatkan Barisan Kader Hadapi Teror Bom Molotov di Bogor

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 10:29 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan PDIP sebagai partai akar rumput tidak akan takut menghadapi teror bom molotov di rumah kader partai di Bogor. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan PDIP sebagai partai akar rumput tidak akan takut menghadapi teror bom molotov yang terjadi di rumah kader partai di Bogor. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto meminta kader tetap tenang dan terus merapatkan barisan dalam menyikapi insiden pelemparan tiga buah bom molotov ke rumah kader PDIP di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Menurutnya, seluruh kader PDIP harus memegang teguh nilai satyameva jayate dalam menyikapi insiden tersebut.

"PDIP menginstruksikan seluruh simpatisan, anggota, dan kader partai untuk tetap tenang, terus rapatkan barisan dan memegang teguh nilai satyameva jayate bahwa kebenaranlah yang akan menang," kata Hasto dalam keterangannya yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (29/7).


Hasto berkata, DPP PDIP mengecam keras aksi pelemparan tiga bom molotov ke rumah kader sekaligus pengurus DPC PDIP Kabupaten Bogor yang terjadi sekitar pukul 02.37 WIB, Selasa (28/7) dini hari.

Menurutnya, aksi pelemparan bom molotov adalah tindakan pengecut dan memiliki motif ideologis. Dia juga menilai aksi itu bentuk serangan atas demokrasi dan kemanusiaan, serta serangan atas tatanan kehidupan masyarakat yang mendambakan ketentraman.

Namun begitu, Hasto menegaskan PDIP tidak akan pernah menyurutkan semangat juang karena aksi pelemparan bom molotov tersebut. Dia menyatakan bahwa PDIP adalah partai akar rumput yang tidak kenal mundur serta takut.

"Terhadap aksi teror tersebut, tidak akan pernah menyurutkan semangat juang kami. Terlebih atas penghormatan masyarakat Indonesia yang menempatkan PDIP sebagai partai nasionalis Soekarnois. PDIP partai grass roots, tidak kenal mundur dan takut," ungkapnya.

Hasto menambahkan tindakan teror yang telah menimpa PDIP itu tidak boleh dibiarkan terjadi. Dia berkata, Indonesia adalah negara hukum dan semua pihak yang telah mengganggu ketentraman masyarakat harus ditindak.

"Mereka yang telah mengganggu ketentraman masyarakat harus ditindak dan hukum tidak boleh kalah dengan berbagai bentuk aksi teror yang anti ketuhanan dan anti kemanusiaan tersebut," ujar Hasto.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Saptono Erlangga mengatakan rumah kader PDIP Rosenfield Panjaitan di Kabupaten Bogor dilempar bom molotov sebanyak tiga kali.

Merujuk keterangan korban, Saptono mengatakan pelemparan pertama mengenai kaca bagian depan rumah. Kedua, mengenai teras depan rumah, tepatnya di dekat pintu garasi rolling door. Ketiga, molotov mengenai garasi mobil dan mengenai bagian belakang mobil Corona DX warna merah.

Saptono mengatakan korban bersama keluarga sedang tidur di dalam rumah saat pelemparan bom molotov terjadi. Korban baru mengetahui rumahnya menjadi sasaran molotov di pagi hari.

"Diketahui oleh saudara Rosenfield pada jam 06.15 WIB teras rumah dalam keadaan bekas terbakar dan terdapat 3 botol yang sudah pecah," kata Saptono dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (28/7).

(mts/wis)

[Gambas:Video CNN]