Gilang Bungkus Disebut Pernah Diarak Warga Keliling Kampung

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 18:00 WIB
Mahasiswa FIB Unair, Surabaya yang diduga melakukan pelecehan seksual 'bungkus kain jarik' pernah diarak warga keliling kampung di Gubeng, Surabaya. Ilustrasi pelaku (Unsplash/Pixabay)
Surabaya, CNN Indonesia --

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair), Gilang dikabarkan pernah diarak warga keliling kampung di Gubeng, Surabaya akibat perilakunya yang merugikan orang lain. Hal itu disampaikan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB Unair, Adnan Guntur.

Diketahui, Gilang menjadi pembicaraan lantaran diduga melakukan pelecehan seksual 'bungkus kain jarik'. Akan tetapi, saat diarak warga keliling kampung, Adnan tidak mengetahui apa tindakan yang dilakukan Gilang saat itu.

"Dan tahun itu juga tahun 2018 atau 2017, yang bersangkutan itu diarak sama warga, membawa papan bertuliskan 'saya tidak akan melakukannya lagi'. Saya tidak tahu kasus apa, itu di Gubeng," kata Adnan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (30/7).


Sebenarnya, kata Adnan, Gilang sudah sering diduga melakukan pelecehan seksual 'bungkus kain jarik.' Tidak sedikit korban yang telah mengalami itu.

Berdasarkan data yang dihimpun BEM FIB Unair, ada beberapa korban yang melapor namun tak bisa disebutkan identitasnya. Sejauh ini, BEM FIB Unair juga tengah menunggu laporan-laporan korban lainnya.

"Beberapa korban cerita memang dari sebelum 2017 sudah sering. Kami lagi mendata, kami coba cari penyintas untuk saling melapor, jadi belum bisa diketahui, yang jelas lebih dari satu," kata Adnan.

Korban Gilang yang melapor, kata Gilang, mayoritas adalah mahasiswa Unair. Akan tetapi, ada pula mahasiswa dari kampus lain.

"FIB Unair dan ada juga yang menghubungi saya dari kampus Malang, banyak seperti itu," kata Adnan.

Adnan mengatakan bahwa korban umumnya didekati Gilang dengan cara serupa. Gilang lebih dulu mengikuti akun media sosial calon korbannya.

Kemudian, di momen tertentu, Gilang menuliskan komentar di salah satu unggahan korban di Instagram. Dilanjut dengan meminta nomor telepon korban via pesan pribadi di Instagram.

Sejak itu, Gilang lebih agresif mendekati calon korbannya. Dengan alasan penelitian, dia meminta korban untuk membungkus diri dengan fetish.

"Kalau dari cerita korban memang kayak gitu (bungkus kain jarik), modus operandinya dia mengkomen salah satu postingan dari maba (mahasiswa baru) Unair, nanti mungkin lewat DM instagram atau apa," ujarnya.

Adnan mengatakan BEM FIB Unair sebetulnya sudah beberapa kali menegur Gilang usai menerima laporan keluhan dari korban. BEM FIB Unair meminta untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya. Akan tetapi, ternyata Gilang belum berhenti.

"Kami sudah melakukan berbagai hal, pertama ke pelaku sudah mengingatkan, jangan sampai berkelanjutan, ini sudah meresahkan," ucap Adnan.

"Kami saat ini sedang menghimpun korban-korban, untuk memberikan pernyataan dan bantuan pendampingan, korban bisa menghubungi kami dan bakal kita lindungi datanya. Data ini akan kami serahkan ke fakultas," tambahnya.

Dugaan pelecehan seksual Gilang terungkap ketika salah seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Surabaya, MF mengaku menjadi korban. Dia mengungkapkan itu lewat akun Twitter pribadinya.

Dengan dalih penelitian, Gilang meminta mahasiswa tersebut membungkus diri dengan lakban dan kain jarik. Gilang mengaku ingin tahu bagaimana reaksi yang ditimbulkan dari penelitiannya.

Sejauh ini, Fakultas Ilmu Budaya Unair masih melacak keberadaan Gilang. Unair juga sudah menyiapkan sanksi drop out (DO) atau dikeluarkan kepada Gilang jika pelecehan yang dilakukan terbukti.

(frd/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]