Ike Muti Minta Maaf soal Insiden Hapus Foto Jokowi

CNN Indonesia | Minggu, 02/08/2020 10:24 WIB
Artis Ike Muti menyatakan permintaan maaf atas unggahan viralnya di medsos yang berbuntut somasi dari Pemda DKI terkait hapus foto bersama Jokowi. Artis Ike Muti menyatakan permintaan maaf atas unggahan viralnya di medsos yang berbuntut somasi dari Pemda DKI terkait hapus foto bersama Jokowi. (Screenshot via instagram @ikemuti16).
Jakarta, CNN Indonesia --

Artis Ike Muti menyatakan permintaan maaf atas unggahannya di media sosial yang membuat heboh sejumlah pihak, yang berbuntut somasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Saya meminta maaf kepada semua pihak, dan khususnya Pemda Provinsi DKI Jakarta atas postingan saya yang telah menimbulkan kegaduhan. Saya juga telah menghapus postingan saya sebelumnya," ungkapnya, melalui akun Instagram @ikemuti16, dikutip Minggu (2/8).

Ike mengaku tidak bermaksud menyebarkan berita bohong ketika menyampaikan insiden permintaan Pemprov DKI untuk menghapus foto-foto Presiden Joko Widodo yang diunggah di akun Instagramnya.


Saran tersebut, katanya, ia dapat dari pihak agensi bakat Marantika. Agensi ini yang menawarkan pekerjaan webseries kepada Ike yang wacananya juga akan dibintangi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pesinetron ini bercerita tawaran pekerjaan tersebut pertama kali ia dapat dari Andi Suradi, salah satu orang dari Agensi Marantika. Proses pembuatan webseries bakal dilaksanakan 26 sampai 30 Juli 2020.

Ike pun mengirimkan fotonya kepada pihak agensi tanggal 18 Juli 2020 dan pihak agensi mengatakan kegiatan reading skenario bakal dilakukan pada 20 Juli 2020 melalui pesan Whatsapp pukul 11.53 WIB.

Namun, pada 14.11 WIB di hari yang sama pihak agensi kembali menghubungi Ike dan mengatakan terdapat perubahan jadwal syuting menjadi 2 sampai 6 Agustus 2020.

Dalam pembicaraan melalui telepon, pihak agensi mengatakan Anies juga belum bisa mengikuti proses syuting karena pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menyusul perbincangan tersebut, pada 30 Juli 2020 Agensi Marantika menghubungi lagi dan menyatakan Ike tidak jadi dilibatkan dalam proses syuting webseries bersama Anies. Ini karena citranya dinilai dekat dengan Jokowi.

"Alasannya adalah pada saat Sdr. Marantika meeting dengan orang dari Pemda (DKI) disampaikan bahwa saya dianggap Jokowi banget. Sdr. Marantika mengatakan jika saya ingin dipakai di webseries ini, maka saya harus menghapus foto-foto saya di sosial media bersama Presiden RI Bapak Joko Widodo," ungkapnya.

Karena merasa terkejut dan kecewa, Ike pun langsung menceritakan insiden tersebut melalui unggahan di sosial media. Ia mengaku tak menyangka unggahannya berujung viral.

Buntut dari heboh unggahannya tersebut, pihak Agensi Marantika menghubungi Ike dan menyatakan pemahamannya itu tidak benar. Melalui unggahan di Instagram Agensi Marantika menyatakan Ike tidak lolos audisi karena tidak sesuai dengan peran yang dibutuhkan.

"Dalam percakapan antara saya dan Mbak Ike ketika mengabarkan keputusan ini, saya bercanda atau berseloroh bahwa ketidakterpilihannya karena banyak foto di media sosial mbak Ike dengan Bapak Presiden," akunya.

Ia mengaku salah paham dan mengira proyek webseries ini merupakan milik Pemprov DKI Jakarta. Pada kenyataannya, ia mengatakan dirinya dihubungi sekelompok seniman muda terkait proyek ini.

Agensi Marantika kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada Anies atas kesalahan komunikasi antara pihaknya dan Ike. Ia mengatakan hal ini murni kesalahan dari pihaknya.

Pemprov DKI sebelumnya melayangkan somasi kepada Ike atas tuduhan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong. Somasi tersebut disampaikan melalui akun Twitter resmi Pemprov DKI.

Dalam somasi tersebut, Pemprov DKI membantah klaim bahwa pihaknya mendesak Ike menghapus foto Jokowi di akun Instagram. Mereka menyatakan hal tersebut adalah berita bohong.

Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Yayan Yuhannah juga membantah bahwa webseries tersebut merupakan proyek milik Pemprov DKI Jakarta.

"Sekarang kami memang nggak ada proyek, sekarang anggaran semuanya kesedot ke untuk covid-19, refocusing. Proyek-proyek nggak ada, semuanya dikosongin," kata Yayan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (31/7).

Cuitan dan unggahan Ike yang mengenai klaim desakan menghapus foto Jokowi sendiri sudah dihapus. Pernyataan tersebut disertai unggahan foto Ike yang sedang berjabat tangan dengan Jokowi.

"TUHAN MEMANG BAIK disaat pandemi saya masih ada beberapa tawaran #webseries. Tapi kalau ada tawaran rezeki ke saya dengan meminta saya untuk menghapus foto-foto di sosmed yang ada Bapak Presiden kita kok rasanya nggak profesional banget. Hanya karena project web series tersebut akan bekerja sama dengan klien dari Pemda DKI," tulis Ike dalam unggahannya.

(fey/bir)

[Gambas:Video CNN]