Polisi Imbau Korban Gilang Fetish Jarik Buat Laporan

CNN Indonesia | Senin, 03/08/2020 16:51 WIB
Polisi saat ini belum bisa memanggil terduga pelaku fetish jarik, Gilang karena kasus belum baik ke penyidikan. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengimbau para korban fetish jarik mahasiswa Universitas Airlangga, Gilang untuk melapor. Laporan dibutuhkan untuk mengusut kasus ini.

Saat ini juga polisi belum memanggil Gilang untuk diperiksa sebagai terduga pelaku karena kasus belum masuk ke proses penyidikan.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan hal itu lantaran saat ini kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan awal, dan belum sampai pada penyidikan. 


"Kamu belum melakukan langkah-langkah pemanggilan [Gilang] karena prosesnya masih penyelidikan, dan tentunya kita masih menunggu dari penyidik nanti," kata Truno, Senin (3/8).

Selain itu penyidik juga masih memiliki keterbatasan, lantaran belum ada satu orang pun terduga korban Gilang yang membuat laporan langsung ke kepolisan. 

Polisi saat ini baru membuat laporan tipe A yakni dibuat sendiri oleh petugas.

Maka itu, kata Truno, Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Jatim akan bersinergi membuka layanan posko pengaduan secara langsung, melalui nomor telepon, dan juga WhatsApp di: 082143578532. 

Truno mengatakan dibuka posko ini merupakan suatu langkah kepastian hukum yang dilakukan Polda Jatim kepada para korban. Selain itu, ia juga menjamin kerahasiaan dan perlindungan terhadap para saksi. 

"Ini dalam rangka untuk memberikan suatu jalur khusus pengaduan sehingga bisa terlindungi, sehingga bisa dirahasiakan khususnya dalam bentuk program perlindungan saksi awal dari penyidik, nanti akan kita koordinasikan juga dengan komisi perlindungan," katanya 

Dengan dibukanya posko ini, ia berharap agar para korban bisa segera melapor. Sebab delik kasus ini masih harus berdasarkan delik aduan. 

"Sejauh ini kasus masih kita lakukan penyelidikan, deliknya masih delik aduan, jadi kita mengimbau dan mengharapkan kepada para saksi korban untuk segera melapor, supaya tuntas, kejadian dapat diungkap," ujarnya. 

Lebih lanjut, kata Truno, hingga saat ini sudah ada 15 terduga korban yang mengadu ke posko yang dibuka oleh Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair. 

"Kami sudah melakukan kolaborasi dengan Unair, yang adanya posko pengaduan ini, ada sekitar 15 orang yang sudah mengadu," katanya. 

Meski demikian, kata Truno aduan tersebut belum daoat ditindak lanjuti oleh pihaknya. Hal itu lantaran adanya data yang belum lengkap. 

"Namun masih sumir karena belum mencantumkan identitasnya secara jelas dan pasti," ujarnya. 

Kasus Gilang yang melecehkan korbannya dengan bungkus jarik melilit badan itu diketahui setelah salah satu korban, MF, mengungkapnya ke publik.

MF yang belakangan baru menyadari itu pelecehan mengaku Gilang awalnya meminta tolong bantuan untuk riset akademis dirinya.

MF mengaku dirinya sengaja mengungkap itu ke publik agar tak ada korban lain. Setelah diungkap itulah, sambungnya, baru diketahui ternyata dia bukan satu-satunya korban perbuatan Gilang.

Sejak 30 Juli lalu, CNNIndonesia.com telah mencoba menghubungi Gilang melalui pesan lewat akun media sosialnya. Namun, hingga kini belum mendapat respons. Nomor telepon yang diketahui sebagai milik Gilang juga tidak aktif.

(frd/sur)

[Gambas:Video CNN]