Muhadjir Ingatkan Nadiem Benahi Angkatan Kerja Lulusan SD

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 18:41 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy meminta Kemendikbud era Nadiem Makarim meningkatkan angka partisipasi belajar sembilan tahun. Menko PMK Muhadjir Effendy meminta Kemendikbud era Nadiem Makarim meningkatkan angka partisipasi belajar sembilan tahun. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyinggung salah satu tugas utama yang harus dikerjakan oleh Kementerian Pendidikan di bawah kepemimpinan Nadiem Makarim saat ini adalah menyelesaikan persoalan ancaman droup out (DO) para siswa SMP hingga hanya memiliki ijazah SD. 

Kata Muhadjir, Kemendikbud memiliki tugas yang cukup berat untuk meningkatkan angka partisipasi murni dari usia SD dan SMP atau dengan kata lain lulus belajar sembilan tahun.

"Sekarang ini tugas dari Kemendikbud khususnya bagaimana meningkatkan angka partisipasi murni dari usia dini SD sampai SMP. Ini ancaman yang paling bahaya adalah DO di tingkat SMP," kata Muhadjir saat menjadi pembicara dalam webinar yang digelar oleh Kowani, Selasa (4/8). 

Kemendikbud kata dia harus fokus mengurangi ancaman DO sekolah sebelum tamat SMP. Sebab jika para siswa ini tak tamat SMP, rata-rata dari mereka akan bergabung menjadi masyarakat angkatan kerja, namun dengan kemampuan yang seadanya dan harga yang murah.

"Banyak sekali yang tidak lulus SMP yang kemudian menjadi angkatan kerja, angkatan kerja murah memang, tapi tentu saja tidak produktif," kata dia.


Muhadjir mengatakan saat ini jumlah serapan angkatan kerja paling banyak berasal dari tamatan sekolah dasar (SD). Bahkan kata dia, tingkat pengangguran yang paling rendah rata-rata lulusan SD dan SMP. 

"Kalau dilihat dari serapan angkatan kerja kita, itu yang paling banyak tamatan SD. Tingkat pengangguran yang paling rendah, SMP juga relatif rendah," kata Muhadjir.

Infografis Jumlah Anggaran yang Dikelola Nadiem



Rendahnya angka pengangguran dari lulusan SD dan SMP ini kata Muhadjir bukan sesuatu yang harus dibanggakan. Para lulusan SD dan SMP ini secara formal memang mendapat pekerjaan, tetapi dari segi penghasilan dan kualitas kerja justru sangat rendah. 

"Tidak mungkin kita membawa Indonesia menjadi negara maju kalau kualitas angkatan kerja kita seperti itu," kata dia. 

Problem ini kata Muhadjir menjadi salah satu persoalan besar yang ditangani Kementerian yang saat ini dia pimpin. Sebab kata dia, Kementerian-Kementerian di bawah koordinasi PMK serta lembaga-lembaga yang ada di PMK harus menyiapkan sumber daya manusia yang produktif.




(tst/gil)

[Gambas:Video CNN]