Muhadjir Sebut Mutu Pekerja RI Rendah karena Pernah Stunting

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 15:12 WIB
Menurut Menko PMK Muhadjir Effendy hampir mayoritas angkatan kerja di Indonesia saat ini pernah mengalami stunting, sehingga mempengaruhi kualitasnya. Menko PMK Muhadjir Effendy. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut hampir 54 persen angkatan kerja Indonesia cukup rendah kualitasnya. Penyebabnya, menurut dia, mayoritas angkatan kerja tersebut pernah mengalami kekerdilan atau stunting.

"Sekarang ini menurut Bank Dunia 54 persen angkatan kerja Indonesia adalah mantan stunting. Karena itu kenapa angkatan kerja kita kualitasnya rendah," kata Muhadjir saat mengisi webinar yang digelar oleh Kowani, Selasa (4/8).

Menurut dia kekerdilan atau stunting bisa mempengaruhi kemampuan kognitif seorang anak. Mengutip ucapan seseorang, Muhadjir bilang kecerdasan anak yang mengalami stunting jadi menurun.


"Saya sangat yakin dengan pernyataan salah satu pembicara yang menyatakan bahwa stunting ini harus ditangani dengan sungguh-sungguh, karena orang kalau sudah stunting maka kemampuan kecerdasannya sudah selesai," kata Muhadjir.

Muhadjir menambahkan secara fisik seorang anak yang mengalami stunting bisa ditangani dengan memberikan asupan gizi seimbang. 

Dengan asupan gizi seimbang anak tersebut bisa kembali tumbuh meski agak lambat. Namun, pertumbuhan fisik itu belum tentu diikuti pertumbuhan kemampuan otaknya.

"Ketika orang sudah stunting itu sudah tidak bisa lagi dibenahi lagi kemampuan kecerdasannya," kata dia.

Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan data terakhir yang dia terima angka stunting atau kekerdilan yang terjadi di Indonesia masih di atas 20 persen.

Kemenko PMK belum dapat memperbarui data stunting karena terkendala pandemi. Penanganan stunting juga masih terkendala persoalan serupa.

"Saya tidak tahu sekarang, kami belum mengumpulkan data dengan badai covid ini, stunting seperti apa kita belum fokus. karena kita masih babak belur menghadapi Covid-19 ini," katanya.

(tst/wis)

[Gambas:Video CNN]