Jokowi Minta Kepala Daerah Giatkan Kampanye Pakai Masker

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 21:47 WIB
Permintaan ini juga ditujukan kepada jajaran menteri Jokowi untuk mengampanyekan penggunaan masker selama dua pekan ke depan. Presiden Joko Widodo mengenakan masker saat berolahraga di area Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 25 Juli 2020. (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo meminta kepala daerah menggencarkan kampanye mengenakan masker kepada warga. Hal ini terkait permintaan Jokowi kepada jajarannya untuk mengampanyekan penggunaan masker selama dua pekan ke depan. 

"Presiden mendorong seluruh stakeholder dan kepala daerah untuk menggiatkan kampanye penggunaan masker agar menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan secara sadar," ujar juru bicara presiden bidang sosial, Angkie Yudistia melalui keterangan tertulis, Selasa (4/8).

Angkie mengatakan Jokowi telah mengingatkan warga untuk mengenakan masker guna mencegah potensi penyebaran covid-19. Pasalnya, kasus positif covid-19 di Indonesia kini masih terus meningkat. 


Bahkan, Jokowi sebelumnya juga telah memprediksi puncak kasus covid-19 baru akan terjadi pada Agustus-September. 

"Masih tingginya angka warga yang terkena covid-19, menjadi perhatian serius presiden. Adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi bisa dimulai dari penggunaan masker secara masif," katanya.  


Dalam rapat terbatas tentang Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (3/8), Jokowi meminta jajarannya mengampanyekan penggunaan masker dalam waktu dua pekan ke depan.


Umat yang menghadiri misa wajib memenuhi syarat protokol kesehatan yang ditentukan, dengan mencuci tangan dan menggunakan masker, juga harus sehat jasmani, usia 18-59 tahun, dan didaftarkan melalui ketua lingkungan masing-masing sesuai kebijakan Paroki Katedral Jakarta.Minggu (12/7). CNN Indonesia/Andry NovelinoUmat Kristiani yang menghadiri misa menjalankan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dan mengenakan masker. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Nantinya kampanye penggunaan masker akan dilanjutkan dengan kampanye jaga jarak agar masyarakat benar-benar mengingat bahaya penularan Covid-19.


"Saya ingin fokus saja, mungkin dalam dua minggu kita fokus kampanye pakai masker. Nanti dua minggu berikut kampanye mengenai jaga jarak. Tidak dicampur langsung urusan cuci tangan, jaga jarak, pakai masker," kata Jokowi.

Jokowi ingin kampanye penggunaan masker dan jaga jarak dilakukan secara bergantian agar lebih mudah dipahami masyarakat. Sebab, menurutnya, kepatuhan protokol kesehatan lebih banyak diabaikan masyarakat kelas bawah.

Kampanye memakai masker yang diminta Jokowi dinilai terlambat lantaran baru dilakukan di tengah lonjakan kasus Covid-19. Kampanye ini dinilai hanya ingin mengalihkan isu kegagalan pemerintah dalam menangani dampak pandemi covid-19, baik di sektor kesehatan dan ekonomi.

Namun Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian menepis penilaian itu. Menurutnya, masyarakat perlu diingatkan berkali-kali untuk mengenakan masker maupun protokol kesehatan lain. Dia menyebut masyarakat kerap abai.

(psp/pmg)

[Gambas:Video CNN]