Update Zonasi Covid: Depok Zona Merah, Jatim Tidak Melapor

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 17:37 WIB
Kota Depok berstatus zona merah corona berdasarkan peta zonasi pekan ini. Total ada 33 zona merah kabupaten/kota yang berasal dari 33 provinsi, minus Jatim. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kota Depok, Jawa Barat, berubah menjadi zona merah virus corona berdasarkan update peta zonasi pekan ini per 2 Agustus 2020. Sementara Provinsi Jawa Timur jadi satu-satunya provinsi yang belum menyerahkan laporan zonasi mingguan ke Kementerian Kesehatan.

"Berdasarkan analisa per tanggal 2 Agustus terjadi perubahan zona pada beberapa daerah namun perubahan data provinsi Jatim belum kami terima dengan lengkap dari Kemenkes, sehingga kami umumkan untuk saat ini zonasi dari 33 provinsi," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Kantor Presiden, Kamis (7/8).

Wiku merinci perubahan zonasi wilayah risiko. Pada pekan lalu, menggunakan data per 26 Juli, zona risiko tinggi atau zona merah berjumlah 44, pada pekan ini menjadi 33. Sedangkan zona risiko sedang atau zona oranye dari 160 naik menjadi 194.


Kemudian dari zona rendah atau zona kuning dari 182 kabupaten/kota pada pekan lalu turun menjadi 163, dan zona hijau dari 94 pada pekan lalu turun menjadi 86 pada pekan ini.

Pada pekan ini, Wiku mengatakan ada 13 kabupaten kota yang berpindah posisi dari zona oranye menjadi zona merah. Ke-13 kabupaten kota tersebut adalah Karangsem (Bali); Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Pahuwato (Gorontalo).

Dari Jabar yaitu Kota Depok; Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Kalimantan Selatan); Kota Ambon (Maluku); Kabupaten Mimika (Papua); Kabupaten Gowa (Sulawesi Selatan); Kabupaten Minahasa dan Minahasa Selatan (Sulawesi Utara); Kota Prabumulih (Sumatera Selatan); dan Kota Binjai (Sumatera Utara).

"Mohon agar semua anggota masyarakat ikut memantau data ini sebagai upaya bersama melindungi zonasinya sehingga bisa lebih baik," ucap Wiku.

Wiku juga mengingatkan, perpindahan zonasi ke zona merah ini agar menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat agar selalu waspada akan bahaya Covid-19.

"Zonasi ini sebagai tanda waspada atau alert bagi semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat selama pandemi ini terjadi," kata Wiku.

(mln/wis)

[Gambas:Video CNN]