Menag Sebut Tiga Ponpes Jadi Klaster Covid-19

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 18:56 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi merinci setidaknya hanya ada tiga ponpes di Indonesia yang sejauh ini menjadi klaster kasus penularan virus corona. Menteri Agama Fachrul Razi. (ANTARA/HUMAS KEMENAG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Agama Fachrul Razi merinci setidaknya hanya ada tiga pondok pesantren (Ponpes) yang sejauh ini didapati menjadi klaster kasus penularan virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Namun, kata dia, jumlah pesantren yang menjadi klaster itu masih sedikit dibandingkan total yang ada di Indonesia.

"Alhamdulillah, sejauh ini boleh dikatakan yang baru kita tahu yang jadi klaster hanya 3 pesantren. Kalau dihitung persentasenya, 0,0000 sekian persen," kata Fachrul dalam konferensi pers Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi yang disiarkan lewat saluran resmi Yotube Kemendikbud, Jumat (7/8).


Fachrul tak merinci pesantren mana saja yang menjadi klaster penularan corona tersebut.

Ia lantas mengklaim para santri dan ustaz di pesantren lebih mudah diatur protokol kesehatannya ketimbang di sekolah umum.

Hal itu, sambungnya, tak lepas dengan keberadaan aturan para santri dan ustaz di pesantren tak diperkenankan untuk keluar area pondok saat pandemi Covid-19 saat ini.

Fachrul juga menegaskan pesantren yang boleh dibuka wajib memenuhi beberapa persyaratan. Beberapa di antaranya: pesantren berada di lokasi aman Covid-19, santri dan ustaz wajib aman Covid-19, dan harus menerapkan protokol kesehatan.

"Karena santri yang masuk, ustaz-ustaz yang masuk mereka enggak kemana-mana lagi. Sehingga dia masuk sehat, di dalam suasana sehat, kemudian enggak boleh keluar lagi. Protokol kesehatan diterapkan, alhamdulillah sehingga sehat," klaim Fachrul.

Di satu sisi, Fachrul menjelaskan saat ini sudah hampir 100 persen pondok pesantren di seluruh Indonesia yang dibuka kembali untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka langsung. Ia mengatakan pembukaan pesantren itu pun tak merujuk pada zonasi risiko penularan corona yang ditetapkan pemerintah.

Meski begitu, ia menjelaskan ada beberapa pesantren yang tak diperkenankan untuk di buka oleh Pemda dan Satgas Penanganan Covid-19 di daerah. Pasalnya, wilayah di sekitar pesantren tersebut masih masuk dalam zona penularan Covid-19 yang belum terkendali.

"Kita enggak gampang lagi menata [pembukaan pesantren] Saya katakan tadi, banyak dari mereka yang enggak tutup selama Covid-19. Kedua ada yang sudah memulangkan tapi mendatangkan kembali santrinya," kata Fachrul.

Sebagai informasi, sudah banyak sekolah keagamaan berbasis asrama seperti pondok pesantren yang dibuka untuk menggelar kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi virus corona. Namun, beberapa di antaranya justru ditemukan santri yang terpapar Covid-19.

Salah satunya adalah di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Rektor Universitas Darussalam Gontor Amal Fathullah Zarkasyi menyebut ada total 50 santri Ponpes Gontor dinyatakan positif Covid-19. Sebanyak 40 santri dinyatakan sembuh dan dikarantina di ponpes.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amjn sendiri sudah mewanti-wanti pondok pesantren berpotensi menjadi klaster baru penyebaran virus corona jika tak diantisipasi serius sejak awal.

(rzr/kid)

[Gambas:Video CNN]