Erupsi Sinabung, Ribuan Hektare Lahan Tanam di Karo Rusak

CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 00:46 WIB
Ribuan hektare lahan warga di Kabupaten Karo terdampak abu vulkanik yang meluncur saat Gunung Sinabung erupsi pada Senin (10/8). Erupsi Gunung Sinabung, Sumut, Senin (10/8). (AP/Sugeng Nuryono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Erupsi Gunung Sinabung menyebabkan ribuan hektare lahan tanaman warga Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara mengalami kerusakan parah. Akibatnya tanaman warga terancam gagal panen dan mengalami kerugian yang tidak sedikit.

"Benar, banyak lahan pertanian milik warga rusak akibat abu vulkanik Gunung Sinabung. Warga di sini memang lebih banyak bertani," kata Plt Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Natanail Peranginangin, Senin (10/8).

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Karo, setidaknya ada empat kecamatan yang lahan tanamannya mengalami kerusakan. Empat kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Merdeka, Kecamatan Dolat Rayat, Kecamatan Berastagi dan Kecamatan Naman Teran.


"Lahan tanaman yang rusak mulai dari ringan, sedang hingga rusak berat. Lahan tanaman yang paling banyak rusak itu di Kecamatan Merdeka, tanamannya tertutupi abu vulkanik yang cukup tebal," jelasnya.

Di empat kecamatan itu, tanaman yang rusak antara lain bawang daun seluas 51,5 hektare (ha), kentang seluas 258 ha, kubis 188 ha, kol bunga 165 ha, petsai 175,5 ha, wortel 56,5 ha, cabai besar 270 ha, cabai rawit 45 ha, tomat 157,5 ha, seledri 26 ha, terong 4 ha, buncis 30,5 ha, selada 6,5 ha, tanaman lobak 3,5 ha, ercis 2 ha, krisan 1 hektare, jeruk 12,5 ha, brokoli 10 ha, selada air 5 ha, jipang 3 ha, stroberi 8 ha, tanaman hias 2 ha dan ubi 2 ha.

"Data kerugian sudah didata dinas terkait, selanjutnya sesuai arahan Bupati hal ini akan kita mohonkan bantuan dari Pemerintah, besok akan ada rapat koordinasi terkait penanganan bencana ini yang mana hal ini menjadi salah satu perhatian khusus. Saat ini kita memang fokus pada penanganan pembersihan dampak abu vulkanik yang menganggu aktifitas warga," sebut Natanail.

Seperti diketahui, Gunung Sinabung erupsi sejauh 5.000 meter pada Senin (10/8) pukul 10.16 WIB. Usai erupsi besar itu, Sinabung kembali mengalami erupsi susulan dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter pada pukul 11.00 WIB.

Erupsi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah diselimuti abu vulkanik. Bahkan di Kecamatan Naman Teran gelap gulita akibat paparan abu vulkanik. Tak hanya melontarkan abu vulkanik, erupsi Sinabung juga melontarkan material pasir dan batu-batu kecil.

Sebelumnya pada Sabtu 8 Agustus 2020 Sinabung juga erupsi masing-masing dengan tinggi kolom abu sejauh 2.000 meter sekitar pukul 01:58 wib dan pada sore hari dengan ketinggian 1.000 meter dari puncak sekitar pukul 17.18 wib.

Gunung Sinabung berstatus level III atau 'Siaga' sejak 20 Mei 2019. Sinabung terakhir kali erupsi pada Juni 2019. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan diingatkan agar menjauhi zona merah Gunung Sinabung yakni pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

(fnr/ain)

[Gambas:Video CNN]