Bintang Mahaputera Penghargaan Jokowi untuk Fadli Zon - Fahri

CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 07:43 WIB
Fahri Hamzah dan Fadli Zon menerima penghargaan Bintang Mahaputera Nararya karena dianggap berjasa selama menjabat sebagai wakil ketua DPR 2014-2019. Politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah (kiri) dan Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon (kanan) bakal menerima penghargaan bintang jasa dari Presiden Jokowi. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Politikus Partai Gelora Fahri Hamzah dan politikus Partai Gerindra, Fadli Zon bakal menerima penghargaan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kedua politikus itu selama ini dikenal sebagai pengkritik Jokowi.

Bintang Mahaputera Nararya adalah bintang penghargaan dari presiden kepada warga sipil yang dianggap telah berjasa secara luar biasa. Penghargaan ini diberikan secara rutin dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan RI.

Informasi soal pemberian Bintang Mahaputra Nararya pertama kali disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di akun Twitternya @mohmahfudmd.


"Dalam rangka HUT Proklamasi RI ke 75, 2020, Presiden RI akan memberikan bintang tanda jasa kepada beberapa tokoh dalam berbagai bidang. Fahri Hamzah @Fahrihamzah dan Fadli Zon @fadlizon akan mendapat Bintang Mahaputra Nararya. Teruslah berjuang untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," tulis Mahfud seperti dikutip pada Senin (10/8) kemarin.

Mahfud mengatakan penghargaan bintang jasa tersebut diberikan kepada 'duo F' karena dianggap berjasa selama menjabat sebagai pimpinan DPR 2014-2019. Fahri dan Fadli sama-sama duduk sebagai wakil ketua DPR.

"Rakyat 'dianggap' mendapat manfaat atas perjuangan dan jasa mereka. Setiap menteri dan pimpinan lembaga negara yang purna tugas satu periode mendapat bintang tersebut," katanya.

Mahfud mengklaim pemberian penghargaan kepada Fahri dan Fadli telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sekali pun Fahri dan Fadli kerap mengkritik Jokowi, penghargaan itu tetap diberikan karena jasa keduanya selama ini.

Menurut Mahfud, penghargaan serupa juga pernah diberikan pada mantan pejabat negara seperti Irman Gusman, Suryadharma Ali, hingga Jero Wacik, sebelum terjerat masalah hukum.

"Pemerintah tidak boleh tidak memberikan tanpa alasan hukum. Jika bintang jasa tidak diberikan terhadap orang kritis berarti pemerintah mempolitisasi hak orang secara unfair," ujar Mahfud.

Selain Fahri dan Fadli, Mahfud menyebut sejumlah pejabat lain yang bakal menerima bintang jasa. Mereka antara lain, Hatta Ali, Faruk Muhammad, Suhardi Alius, dan 22 tenaga medis yang gugur karena menangani Covid-19.

Fahri sendiri mengaku telah mengetahui sejak lama soal pemberian bintang jasa tersebut. Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu mengatakan, penghargaan diberikan kepada dirinya karena pernah memimpin DPR.

Fahri menjabat Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 saat masih menjadi politikus PKS. Fahri kini tak lagi di parlemen setelah keluar dari PKS dan pindah ke Partai Gelora bersama sejumlah mantan petinggi PKS.

Sementara Fadli menyebut penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan dari negara setelah dirinya purna tugas sebagai wakil ketua DPR periode 2014-2019.

Wakil Ketua Umum Gerindra itu saat ini masih menjadi anggota DPR periode 2019-2024 dan memimpin Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR RI.

Fahri dan Fadli selama ini kerap mengkritik pemerintahan Jokowi. Berbagai kritikan pedas kerap dilontarkan kepada Jokowi. Terakhir, kritik yang disampaikan Fadli adalah soal pemerintahan Jokowi yang lamban dalam menangani pandemi Covid-19.

Sementara itu, Fahri belum lama ini bertemu dengan Jokowi bersama rombongan pengurus pusat Partai Gelora. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi disebut rindu terhadap kritik Fahri.

(psp/fra)

[Gambas:Video CNN]