Gunung Sinabung Erupsi Lagi Pagi Ini, Warga Diminta Waspada

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 07:19 WIB
Gunung Sinabung di Sumatera Utara kembali erupsi untuk kesekian kalinya. Warga diminta waspada abu vulkanik dan lahar dingin. Gunung Sinabung kembali erupsi dan memuntahkan abu vulkanik ribuan meter dari puncak (ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gunung Sinabung di Sumatera Utara kembali erupsi pada pagi ini sekitar pukul 06.07 WIB, Kamis (13/8). Tinggi kolom abu terlihat kurang lebih 1.000 meter di atas puncak yang memiliki ketinggian 3.460 m di atas permukaan laut.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur, tenggara dan selatan," mengutip siaran pers Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kamis (13/8).

PVMBG menyatakan Gunung Sinabung berstatus level III atau siaga. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi atau daerah yang berada 3 km dari puncak Gunung Sinabung, radius 5 km untuk sektor selatan-timur, serta 4 km untuk sektor timur-utara.


Jika terjadi hujan abu, masyarakat diminta memakai masker jika keluar dari rumah. Sarana air bersih juga harus dijaga serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik agar tidak roboh.

"Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar," kata kata Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung Armen.

Aktivitas Gunung Sinabung kembali meninggi sejak Sabtu lalu (8/8). Kala itu, erupsi mencapai 2.000 meter dari puncak dan berstatus level III atau siaga.

Sejumlah daerah lantas dihujani abu vulkanik. Warga setempat direlokasi ke tempat yang lebih aman dari bahaya erupsi. Tak ada yang boleh beraktivitas di dekat Gunung Sinabung.

Erupsi kembali terjadi pada Selasa (11/8). Kolom abu lebih tinggi dari erupsi sebelumnya, yakni 5.000 meter dari puncak gunung. Masyarakat diminta mewaspadai abu vulkanik dan lahar dingin.

(bmw/fnr/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK