Buruh dan Petani Bergerak Kepung DPR saat Jokowi Pidato

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 14:40 WIB
Massa yang terdiri dari ratusan buruh, petani, dan mahasiswa menggelar long march ke Gedung DPR untuk menyuarakan penolakan terhadap RUU Omnibus Law Ciptaker. Massa bergerak ke DPR. (Foto: CNN Indonesia/ Yogi Anugrah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan massa dari Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) yang terdiri dari organisasi buruh, tani, mahasiswa dan perempuan melakukan longmarch dari Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) ke Gedung DPR/MPR, Jumat (14/8).

Massa rencananya akan melakukan aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja di Gedung parlemen. Diketahui, Presiden Joko Widodo juga berada di gedung parlemen untuk berpidato dalam Sidang Tahunan MPR.

"Kita akan longmarch menuju Gedung DPR," kata salah seorang perwakilan Gebrak, Nining Elitos kepada CNNIndonesia.com, Jumat (14/8)


Pantauan CNNIndonesia.com, sebelum melakukan longmarch, massa juga sempat melakukan aksi di Gedung Kemenaker. Namun pada pukul 13.00 WIB, mereka mulai bertolak menuju Gedung DPR.

Aksi longmarch sempat dihadang oleh aparat kepolisian. Setelah proses negosiasi beberapa saat, mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan kawalan aparat.

Polda Metro Jaya sebelumnya melarang aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR pada hari ini, Jumat (14/8). Larangan itu dikarenakan ada agenda sidang tahunan MPR dan pidato kenegaraan Presiden dalam rangka HUT RI ke-75 di dalam gedung.

"Bahwa karena adanya pidato kenegaraan dan sidang tahunan di Gedung DPR/MPR, di depan tidak boleh dilakukan sama sekali demo, di depan Gedung DPR/MPR," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (14/8).

Yusri mengatakan, ada sekitar 6.300 personel gabungan dari Polda, Polres, TNI, dan pemerintah daerah yang diturunkan untuk mengawal agenda sidang tahunan dan pidato kenegaraan itu.

Jika nanti akan ada aksi demonstrasi, kata dia, personel akan mengarahkan massa agar tidak melakukan aksi di depan gedung DPR/MPR.

"Kalau kalau ya, jadi di depan tetap tidak boleh," kata dia.

(yoa/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]