RK Minta Walkot-Bupati Tegakkan Inpres Jokowi Lawan Corona

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 20:11 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan bahwa Inpres No. 6 tahun 2020 mesti dijalankan dalam mengendalikan virus corona. Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta wali kota dan bupati untuk menegakkan instruksi Presiden Jokowi untuk mengendalikan penularan virus corona di wilayah masing-masing (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bandung, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta wali kota dan bupati untuk menegakkan Instruksi Presiden Jokowi dalam mengendalikan penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah masing-masing.

Emil menuturkan saat ini sudah ada payung hukum yang bisa dipakai untuk menegakkan kedisiplinan protokol kesehatan. Ini terdiri dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020, sedangkan di Jabar dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 60 Tahun 2020.

"Poinnya sekarang sudah ada Instruksi Presiden dan sudah ada Pergub. Tegakkan itu saja, Insya Allah akan mengurangi persebaran virus di seluruh wilayah Indonesia," ujar Emil di Bandung, Jumat (14/8).


Dia menyampaikan kedisiplinan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 adalah hal penting dalam menekan laju penularan. Emil kerap mengingatkan itu dalam berbagai rapat koordinasi dengan kepala daerah di Jabar.

Kedisiplinan terhadap protokol kesehatan penting karena saat ini belum ada vaksin yang bisa melindungi masyarakat.

"Artinya pemda di manapun termasuk di Depok memperkuat lagi tekanan-tekanan mendisiplinkan itu. Hanya itu yang bisa kita lakukan menunggu vaksin dari Bandung di awal tahun yang bisa kita bagikan," ujarnya.

Berdasarkan data dari situs pantau pikobar.jabarprov.go.id, total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Jumat (14/8) pukul 17.30 WIB mencapai 8.257 orang di Jawa Barat.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.449 yang tengah menjalani perawatan. Sedangkan jumlah pasien sembuh mencapai 4.591 orang dan 235 orang meninggal dunia.

Di lingkup nasional, telah ada 135.123 orang di Indonesia yang positif terinfeksi virus corona hingga Jumat (14/8). Dari jumlah tersebut, 89.618 di antaranya telah sembuh dan 6.021 meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona.

(hyg/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]