Massa Aksi Tolak Omnibus Law Surabaya Sindir Pidato Jokowi

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 17:49 WIB
Massa aksi menyebut pidato kenegaraan Presiden Jokowi tidak menampung aspirasi buruh dan elemen rakyat lain yang menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Presiden Jokowi dalam acara pidato kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Jumat (14/8). (ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Massa buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) Jawa Timur, menyindir pidato kenegaraan Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR/DPR 2020, hari ini, yang dianggap absen menyuarakan aspirasi penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

"Sampai hari ini, yang kamu dengar itu terkait dengan pidato presiden, tidak ada khusus yang membawa aspirasi masyarakat yang secara besar-besaran menolak Omnibus Law, yang kemudian ditanggapi secara serius," kata Juru bicara Getol, Habibus Shalihin, Jumat (14/8).

Menutur dia Omnibus Law Cipta Kerja merugikan masyarakat, mulai petani, buruh, nelayan hingga masyarakat adat.


Selain itu, Jokowi juga dianggap telah lalai memperhatikan kerja-kerja DPR yang selama ini mengabaikan aspirasi rakyatnya.

DPR, disebut Habibus, pernah menyatakan menunda pembahasan RUU Omnibus Law selama masa pandemi. Faktanya tidak demikian.

"DPR mengatakan tidak akan dibahas, bahkan sampai hari ini dilakukan pembahasan," ujarnya.

Demo massa getol ini diikuti sekitar ratusan orang. Mereka menggelar aksinya di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, keberadaan massa membuat sebagian arus kendaraan di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya menjadi padat merayap.

Di sisi lain, nampak juga sejumlah aparat kepolisian melakukan penjagaan ketat. Kawat berduri dipasang mengelilingi Gedung Negara Grahadi.

(frd/wis)

[Gambas:Video CNN]