Mimpi Absurd Giring Eks Nidji jadi Capres 2024

CNN Indonesia | Selasa, 25/08/2020 15:50 WIB
Pengamat politik menilai langkah Giring Ganesha menyatakan maju di Pilpres 2024 hanya untuk mendongkrak popularitas PSI. Langkah Giring Ganesha menyatakan diri ingin menjadi capres di 2024 dinilai hanya langkah partainya, yakni PSI untuk meningkatkan popularitas(CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha menyatakan diri ingin menjadi calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang. Namun, mimpinya itu tergolong mustahil lantaran PSI tidak memiliki kursi di DPR dari hasil Pemilu 2019 lalu.

Partai itu hanya meraih 2.650.361 juta atau 1,89 persen suara sah nasional di Pemilu 2019. Mereka tak lolos ke DPR RI lantaran tak memenuhi ambang batas parlemen 4 persen.

Berdasarkan UU Pemilu yang masih berlaku saat ini, calon presiden bisa diusung oleh partai politik jika memiliki 20 persen kursi DPR. Maka wajar jika ada pihak yang mempertanyakan gelagat Giring ingin maju menjadi capres tapi partainya tak punya kursi DPR.


Giring sendiri juga terbilang baru di dunia politik. Baru terjun pada 2017 lalu. Dia lalu menjadi calon anggota DPR pada Pemilu 2019 daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat I yang meliputi Kota Bandung serta Kota Cimahi. Ia meraih 47.069 suara, tapi gagal menjadi anggota DPR RI.

Setelah pemilu, tak banyak aktivitas politik Giring yang terlihat. Pekan lalu, ia baru kembali terlihat saat menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Nama Giring pun tak pernah muncul dalam hasil survei elektabilitas tokoh yang memiliki kans untuk maju di Pilpres 2024.

Usai Pemilu 2019, PSI juga nyaris tak punya panggung politik. PSI hanya bertumpu pada delapan kursi di DPRD DKI Jakarta sembari mendompleng popularitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan kritik tajam mereka.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyangkal bahwa langkah partainya dalam menggaet vokalis band Nidji Giring Ganesha sebagai calon legislatif adalah kiat untuk menggenjot perolehan suara di DPR pada Pemilu 2019.Giring Ganesha pertama kali terjun ke politik dengan menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) (CNN Indonesia/Mesha Mediani)

Pengamat politik Universitas Andalas Asrinaldi menilai PSI tak benar-benar ingin mengusung Giring jadi capres. Sebab semua hitung-hitungan politik tak merestui niatan partai debutan Pemilu 2019 tersebut.

Asrinaldi yakin PSI hanya berusaha mendongkrak popularitasnya yang mengendur pascapilpres. Mereka coba tampil dengan isu yang sensasional.

"Jadi isunya bukan target Giring jadi presiden, tapi bagaimana suara mereka bertambah dengan ada figur generasi muda jadi capres," kata Asrinaldi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (24/8).

Asrinaldi menyebut isu pencapresan Giring ini punya dampak positif bagi PSI. Ia berpendapat Pilpres 2024 adalah momentum pembaruan peta politik. Figur-figur muda akan tampil memperebutkan kursi RI 1.

Giring, kata dia, merupakan sosok yang memenuhi citra generasi muda. Hal itulah yang dikapitalisasi PSI untuk coba meraih suara pemilih muda di 2024.

"Ini kan bagian testing the water dari PSI. Saya yakin kalau ini diterima publik, muncul nama lain, mungkin untuk menteri, cawapres. Ini cara pemasaran partai mereka, akan dijaga terus sampai 2024," ucap dia.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo berpendapat serupa. Tujuan utama manuver politik ini bukan untuk menempatkan Giring jadi orang nomor satu di Indonesia.

Kunto menyebut PSI sedang membangun opini publik agar kiprah mereka di 2024 lebih mulus. Mereka butuh sorotan usai gagal melenggang ke Senayan tahun lalu.

"Dari sisi politik sendiri, Giring Nidji juga enggak terlalu wow sampai orang harus melirik. Tapi paling tidak, ketika dia berani mendeklarasikan diri sekarang, media tertuju ke dia," ujar Kunto saat dihubungi CNNIndonesia.com Senin (24/8).

Kunto bilang PSI sedang mempraktikkan teori efek ekor jas (coattail effect). Teori itu menyebut suara partai akan terkerek oleh sosok kadernya yang maju sebagai kandidat presiden.

Manuver ini, kata Kunto, tak akan banyak mempengaruhi peta politik Indonesia jelang 2024. Namun setidaknya memberi peluang bagi PSI untuk meraih suara lebih banyak di pemilu kedua mereka.

"Partainya yang butuh momentum untuk bisa bertarung di 2024 untuk suara signifikan di nasional," ujar Kunto.

(dhf/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK