Tiga Pegawai Reaktif Corona, Kantor PBNU Lockdown

CNN Indonesia | Rabu, 26/08/2020 15:16 WIB
Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas membenarkan ada pegawai reaktif usai rapid test corona, namun belum diketahui hingga kapan kantor PBNU ditutup. Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta ditutup sementara usai 3 pegawai dinyatakan reaktif usai rapid test virus corona (M. Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang berlokasi di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat dikabarkan ditutup sementara lantaran ada 3 pegawai dinyatakan reaktif usai menjalani rapid test virus corona (Covid-19). Hal itu dibenarkan Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

"Iya, belum tahu (ditutup sampai kapan)," kata Yaqut lewat pesan singkat, Rabu (26/8).

Beredar informasi bahwa kantor PBNU ditutup lantaran ada tiga pegawai yang reaktif usai menjalani rapid test. Ketiganya adalah pegawai Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU).


Terpisah, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini juga membenarkan ada tiga pegawai yang reaktif dari hasil rapid test. Mereka sudah menjalani tes swab namun hasilnya belum keluar.

Mengenai ketiadaan aktivitas di kantor PBNU, Helmy mengatakan hal itu sudah diterapkan sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku.

Dia mengatakan sejak virus corona mewabah dan PSBB ditetapkan, kantor PBNU memang sudah tidak seperti biasanya. Kantor hanya diisi oleh 10 persen pegawai. Mayoritas bekerja di rumah guna menghindari penularan virus corona dan mematuhi PSBB.

"Sudah sejak seminggu lalu kita terapkan PSBB untuk tidak melakukan aktivitas di PBNU. Terkait 3 orang tersebut masih menunggu hasil PCR," katanya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta mengimbau agar kantor tidak diisi penuh selama PSBB berlaku guna menghindari penularan virus corona. Satgas Penanganan Covid-19 pemerintah pusat juga menyarankan hal serupa.

Mengenai kasus virus corona, sejauh ini telah ada 157.859 orang di Indonesia yang positif terinfeksi. Sebanyak 112.867 di antaranya telah sembuh dan 6.858 meninggal dunia usai positif terinfeksi virus corona.

(bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK