Pakar Kritik Uji Coba Pembukaan Sekolah Jatim Libatkan Siswa

CNN Indonesia | Jumat, 28/08/2020 00:13 WIB
Epidemiolog dari Universitas Airlangga menilai cukup guru yang dilibatkan dalam uji coba pembukaan sekolah di tengah pandemi virus corona. Uji coba pembukaan sekolah di Jatim menuai kritik lantaran siswa turut dilibatkan (CNN Indonesia/ Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Windhu Purnomo mengkritik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang ingin melakukan uji coba pembukaan sekolah di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Diketahui, uji coba sudah dilakukan di sejumlah SMA/SMK sejak dua pekan terakhir di sejumlah daerah.

Windu mengkritik lantaran siswa akan dilibatkan dalam uji coba pembukaan sekolah. Menurutnya, cukup guru saja.

"Persiapan boleh, uji coba boleh, tapi jangan libatkan siswa dulu," kata Windhu kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/8).


Windhu juga mengkritik uji coba pembukaan sekolah di wilayah Probolinggo dan Nganjuk. Gubernur Khofifah Indar Parawansa sempat meninjau pula.

Menurut Windhu, Probolinggo dan Nganjuk masih termasuk zona oranye dengan tingkat risiko sedang, sehingga tidak boleh membuka sekolah. Rencana pembukaan berpotensi bertentangan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Tentang Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi.

Dalam SKB tersebut, ditegaskan bahwa yang boleh melakukan pembelajaran tatap muka hanyalah satuan pendidikan di zona kuning dan hijau berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19. Sedangkan sekolah yang berada di zona oranye dan merah tetap dilarang.

"Ini kan tidak sesuai dengan SKB empat menteri. Oranye itu kan risiko sedang. Itu adalah daerah yang betul-betul tidak aman," kata Windhu.

Secara umum, Windhu tidak sepakat jika Pemprov Jatim membuka kembali sekolah di saat pandemi virus corona belum usai. Ia berharap pemerintah benar-benar bijaksana dengan memperhatikan keselamatan guru, siswa dan masyarakat dari bahaya virus corona.

Dia mengamini sekolah sudah menyiapkan banyak hal untuk menunjang penerapan protokol kesehatan jika kembali dibuka. Peraturan-peraturan seperti wajib memakai masker dan menjaga jarak pun telah dirancang. Namun, tetap saja ada risiko.

"Sekolah ini mempunyai implikasi terhadap ekonomi tidak tinggi tapi risikonya besar. Sekolah seharusnya dibuka terakhir saat sudah aman ketika kita nyatakan daerah itu benar-benar aman atau hijau," katanya.

(frd/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]