Pilkada Klaten 2020, PDIP Kembali Usung Sri Mulyani

CNN Indonesia | Jumat, 28/08/2020 12:55 WIB
PDIP mengusung petahana Sri Mulyani sebagai bakal calon di Pilkada Kabupaten Klaten berpasangan dengan Ketua DPD Golkar Yoga Hardaya. PDIP mengusung petahana Sri Mulyani sebagai bakal calon bupati di Pilkada Klaten 2020. (ANTARA FOTO/Reno Esnir).
Jakarta, CNN Indonesia --

PDI Perjuangan mengusung petahana Sri Mulyani sebagai bakal calon Bupati Klaten dalam Pilkada Serentak 2020. PDIP memasang Sri dengan Ketua DPD Golkar Klaten, Yoga Hardaya yang diplot sebagai bakal calon wakil bupati.

"DPD Jateng, Kabupaten Klaten Sri Mulyani dengan Yoga Hardaya, ya merdeka. Ini dapil [daerah pemilihan] Ketua DPR RI, harus menang," kata Ketua DPP bidang Politik PDIP Puan Maharani saat membacakan nama bakal paslon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan diusung partainya di Pilkada Serentak 2020 secara daring, Jumat (28/8).

Sri Mulyani adalah sosok yang pernah mendapatkan sorotan tajam publik setelah foto wajahnya terpampang di hand sanitizer alias cairan pencuci tangan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) pada April 2020 silam.


Sebelum menjabat sebagai Bupati, Sri Mulyani adalah Wakil Bupati Klaten yang mendampingi Sri Hartini periode 2016-2021. Dia naik menjadi Bupati menggantikan Sri Hartini yang tersangkut kasus hukum. Sri Hartini dan Sri Mulyani diusung oleh PDIP pada Pilkada Klaten 2015.

Namun di tengah jalan, Sri Mulyani naik pangkat menjadi Bupati Klaten setelah Sri Hartini tersandung kasus korupsi jual beli jabatan. Pada Desember 2016, Bupati Klaten Sri Hartini terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK.

Merespons sorotan publik itu, Sri Mulyani menampik tudingan telah memanfaatkan bantuan penanganan wabah Covid-19 untuk kampanye. Ia mengaku tidak mengetahui ada stiker bergambar fotonya di botol hand sanitizer bantuan dari Kemensos.

"Tidak ada (penempelan stiker oleh saya) tempelannya juga kan beda," ujar Sri Mulyani saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (27/4).

Sri Mulyani mengakui telah membagikan bantuan dari Kemensos berupa masker dan hand sanitizer kepada warga Klaten.

Namun ia juga mengklaim menyalurkan bantuan berupa sembako, alat kesehatan berupa masker dan hand sanitizer yang bersumber dari pendapatan pribadinya selaku ketua DPC PDIP Kabupaten Klaten.

Bantuan dari kemensos tersebut digabung dengan bantuan sembako yang telah ia siapkan untuk diberikan kepada warga Klaten.

"Itu (bantuannya) digabung saja, ada dari Kemensos, ada dari saya selaku ketua DPC Kabupaten Klaten," katanya.

"Sedangkan untuk bantuan sembako adalah dana pribadi saya," imbuhnya.

Nama Sri Mulyani juga pernah menjadi sorotan setelah menyerahkan motor merek Yamaha NMAX kepada 401 kepala desa dan lurah se-Klaten.

Dilansir dari sejumlah media, Sri Mulyani menjelaskan bahwa 401 motor Yamaha NMAX yang semuanya berwarna merah tersebut perinciannya masing-masing untuk kades sebanyak 391 unit dan lurah sebanyak 10 unit.

Pada kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga diserahkan 26 unit motor baru merek Honda Supra X 125 untuk 26 Kepala Seksi (Kasi) Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) di Klaten.

(mts/osc)

[Gambas:Video CNN]