Sara Geram soal Cuitan Pelecehan Seksual Panca dan Said Didu

CNN Indonesia | Sabtu, 05/09/2020 13:49 WIB
Bakal calon wakil walkot Tangsel Rahayu Saraswati berkomentar soal cuitan politikus Demokrat Cipta Panca dan Said Didu yang dianggap pelecehan seksual. Bakal calon wakil walkot Tangsel Rahayu Saraswati berkomentar soal cuitan politikus Demokrat Cipta Panca dan Said Didu yang dianggap pelecehan seksual. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bakal calon wakil wali kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsmara Amany mengkritik Said Didu dan politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana lantaran unggahan di dunia maya yang dianggap sebagai pelecehan seksual.

Dalam akun Twitter Sara, @RahayuSaraswati terlihat tangkapan layar percakapan antara Said dengan Panca. Awalnya Panca dengan akun Twitter @panca66 menulis pernyataan yang diduga menyinggung Sara.

"Paha Calon Wakil Wali Kota Tangsel itu mulus banget," cuit Akun @Panca66.


Kemudian cuitan itu dibalas oleh akun @msaid_didu milik Said Didu. "Huzzz-no pict hoax," tulis Said. Cuitan keduanya itu ditanggapi warganet dengan menghubungkannya ke ranah politik.


Dalam Pilkada Serentak 2020, Sara maju sebagai calon wakil wali kota Tangerang Selatan. Keponakan Prabowo Subianto itu mendampingi Muhammad yang menjadi calon wali kota Tangsel.

Dalam kasus ini, Sara pun mengomentari bahwa cuitan itu tak berhubungan dengan politik namun tetap melecehkan perempuan.


"Pelecehan tidak ada hubungannya dengan afiliasi politik, beda pilihan politik bukan berarti bisa dilecehkan, atau karena saya perempuan bukan berarti bisa dilecehkan, pelecehan hanya dilakukan oleh mereka yang berjiwa kerdil dan pengecut," tulis Sara.


Muhammad Said Didu menjelaskan kepada wartawan terkait pengunduran dirinya sebagai Pegawai Negeri (Aparatur Sipil Negara) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. Alasan ia mengundurkan diri sebagai ASN untuk menuangkan pemikiran secara obyektif, melakukan perubahan dan perbaikan bangsa dan negara. CNNIndonesia/Safir MakkiMantan sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Sementara Tsamara menilai harusnya kedua akun tersebut lebih memperhatikan kerja-kerja Sara, bukan mengkritik kehidupan pribadinya.

"Tanpa malu melecehkan perempuan seperti ini. Lalu merasa suci, merasa bisa 'menyelamatkan' bangsa ini. Jangankan menyelamatkan bangsa, menghargai perempuan saja tidak bisa," kata Tsamara dalam akun Twitter @TsamaraDKI. "Alih-alih menilai/mengkritik @RahayuSaraswati dari track record dan kinerja, malah sibuk cari cara melecehkan."

Saat dikonfirmasi, Panca membenarkan cuitannya. Namun ia tak mau menanggapi lebih lanjut terkait cuitan tersebut.

"Bener saya yang tweet. Ga usah ditanggepin lah. Biarin saja," kata Panca singkat kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (5/9).

Panca mengatakan tak ada komunikasi lebih lanjut dengan Sara maupun Said Didu. Sementara CNNIndonesia.com sudah menghubungi Said Didu, namun belum mendapatkan konfirmasi dari mantan sekretaris Kementerian BUMN itu.

(ctr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK