RK Prihatin Hampir Rp300 T Lari karena Pengumuman PSBB DKI

CNN Indonesia | Sabtu, 12/09/2020 16:05 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hati-hati dalam menyampaikan informasi mengenai corona. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut hampir Rp300 triliun saham dari bursa akibat pengumuman terkait PSBB di DKI Jakarta (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bandung, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar berhati-hati mengumumkan hal-hal yang berkaitan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat.

Menurutnya ada dampak terhadap bursa saham. Berdasarkan informasi yang dia terima, indeks harga saham gabungan (IHSG) langsung terperosok. Kapitalisasi pasar berkurang hingga Rp 277 triliun usai Anies mengumumkan PSBB total pada Rabu lalu (9/9).

"Kalau pengumuman (PSBB) lebih direspons oleh pasar saham yang memang terjadi koreksi cukup dalam. Hampir Rp 300 triliun lari gara-gara statement," ujar Emil, Jumat (11/9).


Emil mengamini bahwa publik memang selalu menanti informasi terbaru terkait virus corona. Akan tetapi, menurutnya, informasi lebih baik disampaikan dengan hati-hati atau tidak menimbulkan kepanikan yang berlebihan.

"Itu juga menjadi hikmah kepada kita, memang dalam statement covid ini ditunggu oleh siapapun baik oleh masyarakat, pelaku ekonomi, sehingga menjadi sebuah kehati-hatian bagi kita agar setiap pernyataan ini dihitung secara baik," kata Emil.

"Kalau pun itu berita buruk, dipersiapkan sebuah proses sehingga tidak akan terjadi," tambahnya.

Emil lalu menyarankan Anies untuk konsultasi terlebih dahulu dengan pemerintah pusat terkait penanganan corona. Emil juga menyediakan sejumlah rumah sakit di Bogor, Depok dan Bekasi untuk merawat pasien corona asal Jakarta. 

Pada Rabu, 9 September lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan bakal menerapkan kembali PSBB seperti dulu. Bukan PSBB Transisi yang sejauh ini diterapkan.

Anies akan menerapkan PSBB mulai 14 September hingga dua pekan setelahnya. Kegiatan-kegiatan di area publik akan dibatasi. Pernyataan Anies mengenai rencana penerapan PSBB itu lantas jadi sorotan masyarakat.

Keesokan harinya, yakni 10 September, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indeks Harga Saham Gabungan rontok akibat pengumuman PSBB yang disampaikan Anies.

"Hari ini indeks masih ada ketidakpastian karena pengumuman Gubernur DKI (Anies) tadi malam, sehingga indeks tadi pagi sudah di bawah 5.000 lagi," ucap dia lewat video conference, Rakornas Kadin, Kamis (10/9).

(hyg/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]