Beasiswa Veronica Koman Dikembalikan, Kantor LPDP Tutup

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 15:38 WIB
Uang beasiswa LPDP Veronica Koman secara simbolis akan dikembalikan namun Kantor LPDP tutup sehingga penyerahan secara simbolis diurungkan. Tim solidaritas rakyat Papua mendatangi Kantor LPDP untuk menyerahkan secara simbolis uang ganti beasiswa yang pernah diterima pegiat HAM Veronica Koman. (CNN Indonesia/Yogi Anugrah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyerahan secara simbolis uang ganti beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan yang pernah diterima pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) Veronica Koman tidak jadi dilakukan oleh Tim Solidaritas Rakyat Papua. Hal ini lantaran Kantor LPDP, Rabu (16/9) tutup.

Pantauan CNNIndonesia.com, awalnya, beberapa perwakilan tim solidaritas, yakni eks Tapol Papua Ambrosius Mulait, Dano Tabuni dan didampingi oleh Pengacara HAM Papua, Michael Himan mendatangi Kantor LPDP.

Tim solidaritas membawa uang tunai Rp3 juta untuk penyerahan beserta bendera merah putih dan salinan bukti transfer. Ambrosius dan Dano terlihat mengenakan pakaian tradisional Papua lengkap dengan koteka.


"Saya merasa kecewa terhadap kantor LPDP, kami sudah kirim surat tanggal 15 September. (LPDP) Tidak menanggapi ketika kami datang dengan alasan kantor ditutup," kata Michael Himan kepada wartawan, Rabu (16/9).

Tim yang datang tidak bisa masuk ke Kantor LPDP karena gerbang ditutup. Petugas keamanan yang berjaga mengatakan bahwa kantor tersebut tak beroperasi lantaran masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Meski penyerahan secara simbolis itu tidak jadi dilakukan, Michael menekankan bahwa uang senilai Rp773.876.918 yang ditagih LPDP ke Veronica sebenarnya sudah dikembalikan dengan cara ditransfer.

"Ini simbolik penyerahan uang Rp3 juta dari mama-mama Papua mereka kirim," kata dia.

Lebih lanjut, ia menyatakan, pihaknya akan tetap menunggu hingga kantor LPDP dibuka untuk menyerahkan uang tersebut.

"Uang ini tidak akan kami makan karena ini dari rakyat kecil. Pasti akan datang ketika kantor dibuka kami akan datang," kata dia.

Veronica sebelumnya mengaku diminta pihak LPDP mengembalikan uang beasiswa senilai Rp773 juta yang pernah ia terima saat menempuh jenjang pendidikan magister di Australia pada 2016.

Pengembalian uang beasiswa itu dinilai sebagai bentuk penekanan pemerintah agar dirinya berhenti berbicara dan mengadvokasi isu HAM di Papua. Veronica sendiri saat ini berstatus tersangka atas kasus provokasi di Asrama Mahasiswa Papua, Surabaya.

Namun Manajemen LPDP membantah tudingan Veronica. Dari informasi dan sistem LPDP, Veronica tidak memenuhi kontrak dan kewajiban kembali ke Indonesia usai menerima beasiswa LPDP. Veronica memang sempat kembali ke Indonesia pada 2018, namun setelah itu terbang lagi ke Australia dan berstatus belum lulus dari masa studi.

Veronica kemudian lulus per Juli 2019, namun baru melaporkan kelulusannya ke aplikasi sistem monitoring dan evaluasi LPDP pada 23 September 2019.

Atas hal itu, LPDP menerbitkan Surat Keputusan Direktur Utama tentang Sanksi Pengembalian Dana Beasiswa LPDP sebesar Rp773,87 juta kepada Veronica pada 24 Oktober 2019. Lalu, Surat Penagihan Pertama diterbitkan pada 22 November 2019.

Dari surat sanksi dan penagihan tersebut, LPDP menyatakan Veronica menyetujui dengan pengajuan metode pengembalian dana beasiswa dengan cicilan 12 kali pada 15 Februari 2020. Cicilan pertama dibayarkan dan sampai ke kas negara sebesar Rp64,5 juta pada April 2020.

Buntut dari tagihan finansial itu, penggalangan dana pun dilakukan oleh solidaritas Papua dan solidaritas Internasional.

Penggalangan dana itu disebut merupakan bentuk solidaritas dari masyarakat Papua kepada Veronica yang selama ini aktif mengadvokasi isu-isu di bumi cenderawasih itu.

Sejauh ini belum ada pernyataan dari LPDP terkait kantor mereka yang tutup. 

(yoa/sur)

[Gambas:Video CNN]