Polri Sebut Penusuk Syekh Ali Jaber Terancam Hukuman Mati

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 17:16 WIB
Polisi menambah jeratan pasal yang akan dipersangkakan terhadap pelaku penusukan Syekh Ali Jaber saat menyampaikan ceramah di Bandar Lampung. Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan tersangka penusukan Syekh Ali Jaber terancam hukuman paling berat yakni hukuman mati. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menambah jeratan pasal yang akan dipersangkakan terhadap Alpin Andrian, pelaku penusukan Syekh Ali Jaber saat menyampaikan ceramah di Bandar Lampung.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan saat ini tersangka Alpin terancam hukuman paling berat yakni hukuman mati.

"Ancaman hukumannya hukuman mati, atau hukuman seumur hidup. Paling ringan 20 tahun, ini untuk ancaman pasal yang dikenakan daripada tersangka A," kata Argo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/9).


Argo mengatakan Alpin dijerat oleh penyidik dengan pasal sangkaan mulai dari percobaan pembunuhan, pembunuhan, penganiayaan berat, hingga kepemilikan senjata tajam ilegal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951.

Dalam hal ini, pihak penyidik Polresta Bandar Lampung telah mengirimkan Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung sejak Selasa (15/9).

Dalam surat yang diterima CNNIndonesia.com dengan Nomor SPDP/228 IX/2020/Reskrim kepada Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, disebutkan bahwa tersangka dijerat melakukan tindak pidana percobaan pembunuhan berencana dan penganiayaan.

Menko Polhukam Mahfud MD bertemu dengan Syekh Ali Jaber setelah inisden penusukan. Dalam pertemun itu, Ali meminta Mahfud menyampaikan kondisinya kepada Presiden Joko Widodo secara langsung, Selasa (15/9)Menko Polhukam Mahfud MD bertemu Syekh Ali Jaber usai inisden penusukan di Bandar Lampung. (Dok. Humas Kemenko Polhukam)

Tertera bahwa tersangka Alpin dikenakan pasal 340 KUHPidana jo Pasal 53 KUHPidana Subsider Pasal 338 KUHPidana jo Pasal 53 KUHPidana subsider Pasal 351 ayat (2) KUHPidana dan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

"(Tersangka) masih di dalam sel dan sedang dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh penyidik," ujar Argo.

"Polisi serius dalam menangani kasus tersebut," tandas dia.

Sejauh ini, kata Argo, sudah ada 13 orang saksi yang diperiksa penyidik terkait kasus penusukan dai kondang itu. Saksi yang diperiksa meliputi keluarga, pihak-pihak yang berada di TKP, kemudian panitia penyelenggara kegiatan.

Syekh Ali Jaber diserang saat mengisi tausiyah berjudul "Memperbaiki Hati" di Bandar Lampung, Minggu (13/9). Acara itu diketahui berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Sekitar 15 menit kegiatan berlangsung, Ali Jaber kemudian melakukan interaksi dengan para jemaah yang hadir. Dia bahkan sempat ingin meminjam ponsel untuk digunakan berfoto.

Di momen itulah, seorang laki-laki tak dikenal tiba-tiba menghampiri dari sisi kanan Syekh Ali Jaber dan mencoba menusuknya.

Melalui video yang diunggahnya di Youtube, Ali mengatakan bahwa dirinya sempat mengangkat tangan ke dekat leher. Menurutnya, tusukan yang ia terima saat itu cukup kuat dan keras. Kendati demikian, Ali Jaber bersyukur bahwa tusukan itu tidak terkena di lehernya, melainkan hanya terkena di tangannya saja.

"Alhamdulillah di tangan bukan di leher, sampai patah pisaunya, saya sendiri yang lepaskan pisaunya dan sudah patah di dalam saya keluarkan," tuturnya.

(mjo/pmg)

[Gambas:Video CNN]