Satgas: Kasus Corona Melonjak Bukan Karena Testing Meningkat

CNN Indonesia | Jumat, 18/09/2020 13:40 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 menyebut lonjakan kasus Covid-19 dalam hari ke hari terjadi karena masih ada penularan virus di tengah masyarakat. Satgas Covid-19 menyebut lonjakan kasus terjadi bukan karena jumlah testing meningkat, tetapi lantaran masih terjadi penularan virus di tengah masyarakat. Ilustrasi (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan meningkatnya jumlah testing harian bukan menjadi penyebab utama lonjakan kasus Covid-19. Menurutnya, lonjakan kasus Covid-19 tersebut karena masih terjadi penularan di tengah masyarakat.

"Peningkatan kasus dikontribusi oleh dua hal, penularan yang tinggi, dan testing-nya juga meningkat, tapi yang lebih fundamental bukan peningkatan testingnya, tapi masih ada transmisi, masih ada penularan," ujar Wiku saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (18/9).

Kasus positif Covid-19 terus bertambah dari hari ke hari. Berdasarkan https://covid19.go.id/peta-sebaran penambahan kasus positif Covid-19 berkisar pada angka 3.000 kasus dalam sehari. Rekor tambahan harian tertinggi yakni pada 16 September sebanyak 3.963.


Akumulasi kasus di bulan September per Kamis (17/9) telah mencapai 57.832 kasus. Angka tersebut hampir mendekati akumulasi kasus positif Covid-19 Agustus yakni 66.420 kasus.

Angka testing harian juga terus ditingkatkan. Sejak memasuki September jumlah tes harian telah mencapai lebih dari 30 ribu dalam sehari. Meskipun pada beberapa hari jumlah tes berada di bawah 30 ribu, seperti 6 September 27.979, 7 September 18.412, 9 September 29.863, dan 14 September 22.606.

Jumlah testing tertinggi terjadi pada 15 September dengan 42.636 dan 17 September sebanyak 41.804.

Wiku mengatakan kasus positif Covid-19 akan tetap ada jika penularan masih terjadi di tengah masyarakat. Menurutnya, masyarakat harus tetap patuh menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dimanapun berada sehingga penularan dapat dicegah.

"Kalau penularannya tinggi pasti kasusnya ada dong, kalau testingnya banyak tapi tidak ada penularan ya tidak akan positif. Jadi itu pasti karena penularan, sehingga masyarakat harus patuh pada protokol kesehatan," ujarnya.

Sampai kemarin, Kamis (17/9), kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 232.628 orang secara kumulatif. Dari jumlah tersebut, 166.686 orang sembuh, 9.222 orang meninggal dunia, dan 56.720 orang lainnya dalam perawatan.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi yang memiliki jumlah kasus positif terbanyak dengan 58.582 kasus. Disusul kemudian Jawa Timur 39.508 kasus, Jawa Tengah 18.744 orang, Jawa Barat 15.584 orang, dan Sulawesi Selatan 13.867 orang.

Sementara itu, Jawa Timur dan Jawa Tengah memiliki angka kematian pasien Covid-19 tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain. Berdasarkan data Satgas Covid-19, persentase kematian Covid-19 di Jatim sebesar 7,25 persen dan Jateng sebesar 6,45 persen.

(mln/fra)

[Gambas:Video CNN]