Kemendikbud Klaim Masih Diskusikan Mapel Sejarah Tak Wajib

CNN Indonesia | Jumat, 18/09/2020 18:17 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan wacana mata pelajaran sejarah tak diwajibkan bagi siswa SMA masih belum final. Kemendikbud mengatakan kurikulum 2021 masih dalam tahap proses pembahasan (CNN Indonesia/Gautama Padmacinta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa kurikulum baru masih dalam pembahasan di tingkat internal. Hal ini disampaikan merespons paparan struktur kurikulum baru yang beredar belakangan.

Dalam rencana kurikulum baru itu, pelajaran sejarah jadi tidak wajib dipelajari bagi siswa tingkat SMA/sederajat.

"Rencana penyederhanaan kurikulum masih dalam tahap diskusi dengan seluruh komponen terkait," kata Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud Maman Fathurrahman melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (18/9).


Pada paparan yang diterima CNNIndonesia.com, mata pelajaran Sejarah diwacanakan tidak lagi menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa SMA. Pada Kurikulum 2013 Sejarah merupakan mata pelajaran wajib dipelajari semua kelompok siswa, termasuk IPA dan IPS.

Maman mengatakan proses pembahasan kurikulum ini dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Kurikulum bakal diterapkan di tahun 2021 secara terbatas dan bukan di seluruh sekolah.

Ia mengatakan sebagian sekolah yang belum menerapkan kurikulum baru bakal menerapkan Kurikulum 2013, yang mana mata pelajaran Sejarah masih wajib dipelajari siswa SMA.

Menurutnya, sejarah merupakan komponen penting bagi masyarakat Indonesia. Pihaknya menyadari mata pelajaran Sejarah harus menjadi bagian dari kurikulum pendidikan.

Ia pun berjanji bakal mendiskusikan keputusan menjadikan Sejarah sebagai mata pelajaran pilihan dalam kurikulum yang baru dengan pakar terkait.

"Terkait hal ini akan ada diskusi pakar dan berbagai pembahasan yang menyeluruh," tambahnya.

Sebelumnya kritik terhadap penghapusan Sejarah sebagai mata pelajaran wajib disuarakan berbagai pihak. Petisi digital menolak wacana ini ditandatangani hingga 9.000 orang yang menilai sejarah penting dipelajari semua siswa.

Dalam kurikulum baru nanti, rencananya para siswa tingkat SMA/sederajat tidak wajib mempelajari pelajaran sejarah.

Siswa SMA kelas 10, mata pelajaran sejarah digabung ke dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Di kelas 11, Sejarah jadi mata pelajaran pilihan bagi kelompok siswa peminatan IPS dan IPA. Bukan kewajiban untuk dipelajari.

(fey/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]