Bantuan Kuota Kemendikbud Belum Diterima Dosen Hingga Guru

CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 12:19 WIB
Sejumlah dosen, mahasiswa, guru, dan siswa dari beberapa daerah belum mendapatkan bantuan kuota dari Kemendikbud. Guru membacakan laporan hasil belajar (Rapor) kenaikan kelas kepada wali murid di SD Yasporbi I Pancoran, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang dosen di Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengaku belum mendapatkan subsidi kuota internet dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Ia pun bingung bentuk bantuan kuota yang seharusnya diterima.

Ia bercerita, pihaknya mendapat informasi dari kampus untuk menginput nama, nomor ponsel dan nomor induk dosen untuk mendapat bantuan kuota. Dari info yang ia dapatkan, jumlah bantuan itu sebesar Rp400 ribu.

"Infonya sih Rp400 ribu per bulan. Mungkin dalam bentuk pulsa, ya. Tapi enggak jelas juga kuotanya Rp400 ribu atau uang," kata dosen yang enggan disebutkan namanya kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (22/9).


Bantuan kuota seharusnya diterima oleh pelajar dan pengajar langsung dari operator. Untuk dosen jumlahnya sebanyak 50 gigabyte, dengan rincian 5 gigabyte kuota umum dan 45 gigabyte kuota belajar.

Beberapa rekan dosen lain, lanjutnya, juga sudah ada yang membeli kuota terlebih dahulu karena mendapat informasi diskon dari operator. Ini diinfokan sebelum bantuan kuota dari pemerintah.

Ia mengatakan informasi ini berkembang di grup dosen. Saat itu dosen ditawarkan mendapat diskon potongan biaya kuota hingga 50 persen. Mereka pun berbondong mendaftarkan nama dan membeli kuota yang ditawarkan.

Namun di luar pemotongan biaya kuota tersebut, pihaknya belum mendapat kuota yang dijanjikan pemerintah. Ia juga tak tahu bahwa seharusnya subsidi yang diterima berbentuk kuota dan dikirimkan langsung ke operator.

Selasa (22/9) merupakan hari pertama pengiriman subsidi bantuan pemerintah kepada siswa, mahasiswa, guru dan dosen. Subsidi kuota tahap satu bulan ini diterima 22-24 September, dan 28-30 September untuk tahap kedua.

Beberapa guru dan mahasiswa mengatakan belum menerima kuota subsidi. Salah satunya dialami Bastanta Kristian, mahasiswa Universitas Indonesia yang kini duduk di semester tiga.

Pihak kampus, katanya, menginfokan agar mahasiswa menginput nomor HP paling lambat pada 9 September. Ia menginput nomor HP ke sistem kampus pada 5 September.

Sejumlah siswa melakukan aktivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) menggunakan fasilitas jaringan internet gratis hasil swadaya masyarakat di Sanggar Berase Petamburan, Jakarta, Jumat 28 Agustus 2020. Rencananya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bakal menggunakan anggaran Rp7,2 triliun untuk membelikan kuota internet bagi siswa, guru dan dosen selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilaksanakan di tengah pandemi virus corona (Covid-19). CNN Indonesia/Bisma SeptalismaSejumlah siswa melakukan aktivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) menggunakan fasilitas jaringan internet gratis hasil swadaya masyarakat di Sanggar Berase Petamburan, Jakarta, Jumat 28 Agustus 2020. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Namun hari ini belum mendapat bantuan kuota. Dari informasi yang ia dapat, mahasiswa di kampusnya yang sudah mendapat kuota baru yang menggunakan operator 3 (Tri).

Ia sendiri memakai nomor HP dari operator by.U yang berasosiasi dengan Telkomsel. Dari info yang ia dapat, operatornya juga bisa menerima bantuan subsidi kuota.

"Saya butuh banget kuota. Kalo enggak ada kuota enggak bisa belajar. Apalagi kalau buat zoom," ceritanya kepada CNNIndonesia.com.

Meskipun belajar dari rumah, Bastanta mengaku sering kali tak bisa menggunakan wifi karena jaringan yang lemot. Sehingga harus menggunakan kuota dari handphone.

Ini cukup menguras koceknya. Sebulan biaya yang dikeluarkan untuk kuota bisa dua kali lipat dari situasi normal. Padahal ia masih punya fasilitas wifi di rumah. Tak terbayang di benaknya bagaimana dengan mahasiswa yang tak punya fasilitas wifi.

"Sekarang wifi semua sudah lambat. Kalau lagi ditanya dosen sering jadi nggak enak pas kelas. Apalagi kalau tiba-tiba wifinya error," lanjutnya.

Serupa, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat Junjun Nugraha mengatakan guru dan siswa di sekolahnya belum mendapat bantuan kuota. Mereka menginput data nomor HP ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sejak 12 September.

"Sampai saat ini belum ada notifikasi, perihal paket kuota. Begitupun di sekolah lain di Tasikmalaya sepertinya belum ada notifikasi mendapat bantuan kuota," ungkapnya kepada CNNIndonesia.com.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kemendikbud Muhammad Hasan Chabibie mengatakan jika masyarakat memiliki kendala atau menemukan kejanggalan pada subsidi kuota, dapat menghubungi Unit Pelayanan Teknis Kemendikbud yang dapat dilihat melalui situs resmi Kemdikbud.

"[Lapor] Ke ULT dulu. Nanti akan diinfokan ke Pusdatin (Pusat Data dan Informasi)," katanya kepada CNNIndonesia.com.

Ia pun mengingatkan hari ini baru hari pertama penyaluran subsidi kuota dilakukan. Tahap pertama masih berlangsung hingga dua hari kedepan. Juga masih ada tahap dua untuk penerimaan kuota bulan ini.

Hari ini, sebagian siswa, mahasiswa, guru dan dosen bakal menerima bantuan kuota dari Mendikbud Nadiem Makarim. Jumlahnya beragam sesuai jenjang pendidikannya.

Peserta bakal menerima dua tipe kuota pada bantuan ini, yakni kuota umum dan kuota belajar. Kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran yang tercantum pada https://kuota.belajar.kemdikbud.go.id.

(fey/pmg)

[Gambas:Video CNN]