Corona, Pemda Cirebon Rekomendasikan Acara Muludan Ditiadakan

CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 22:04 WIB
Pemkot Cirebon mengeluarkan rekomendasi agar gelaran Muludan yang biasa diselenggarakan keraton di wilayah mereka ditiadakan demi mencegah penyebaran corona. Pemkot Cirebon mengeluarkan rekomendasi agar pelaksanaan gelaran Muludan yang biasanya dilakukan oleh keraton di Cirebon ditiadakan pada tahun ini karena virus corona. Ilustrasi. (Kondephy via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0).
Cirebon, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon mengeluarkan rekomendasi peniadaan gelaran Muludan di keraton-keraton wilayah mereka pada tahun ini. Peniadaan itu dikarenakan penyebaran wabah covid-19 yang masih belum teratasi.

Rekomendasi itu tertuang dalam surat bernomor 450/1381-Adm.Pem.Um tertanggal 22 September 2020 yang ditandatangani Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis.

Rekomendasi dikeluarkan sebagai jawaban atas surat dari Sultan Sepuh XV Nomor 001/SU/SSXV/IX/2020 tanggal 1 September 2020 mengenai pemberitahuan rangkaian acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H.


"Dengan tidak mengurangi rasa khidmat dan menjunjung nilai-nilai luhur budaya, kegiatan Muludan yang dilakukan rutin setiap tahunnya ditiadakan pada masa pandemi covid-19," kata Azis seperti dikutip dari website resmi Pemkot Cirebon, Selasa (22/9).

"Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan ritual keraton, bisa dilakukan namun hanya bersifat internal keluarga dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," lanjut dia.

Ia menjelaskan, rekomendasi dikeluarkan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat dari ancaman pandemi covid-19.

Sebab, penyebaran covid-19 di Cirebon, semakin hari, menunjukkan kenaikan.

"Peniadaan kegiatan Muludan tahun ini juga berlaku untuk seluruh keraton yang ada di Kota Cirebon," ucap Azis.

Sementara itu, Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Luqman Zulkaedin telah mengeluarkan maklumat untuk menanggapi himbauan Pemkot Cirebon itu.

Dalam Maklumatnya, Sultan menjelaskan bahwa pedagang musiman di Alun-alun Keraton Kasepuhan akan ditiadakan.

Selain itu, Upacara tradisi panjang jimat juga akan ditiadakan dan diganti dengan pembacaan sholawat, dzikir, doa dan kitab barzanji oleh Kaum Masjid Agung, keluarga Sultan, abdi dalem, secara terbatas dan mengikuti protokol kesehatan.

"Tradisi Caos silaturahmi dilaksanakan terbatas dengan mematuhi protokol kesehatan," kata dia dalam Maklumatnya.

Hal-hal lainnya seperti objek wisata ziarah, religi dan budaya, kata Sultan, akan dibuka dengan protokol kesehatan ketat.

"Keraton Kasepuhan, Astana Gunung Jati, Taman Goa Sunyaragi tetap buka dengan mematuhi protokol kesehatan," ucap dia.

(yoa/agt)