Pilkada Surabaya, Protes Kutip Jokowi dan Sindir Foto Risma

CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 09:41 WIB
Masa kampanye Pilkada 2020 yang telah dimulai di Surabaya, Jawa Timur, sudah panas ketika 'mesin mulai menyala' pada Sabtu (26/9). Dua calon wali kota Surabaya yang bertarung dalam Pilkada 2020, Machfud Arifin (kiri) dan Eri Cahyadi (kanan) . (CNN Indonesia/ Farid dan Screenshot via instagram @eriarmujiofficial)
Jakarta, CNN Indonesia --

Masa kampanye Pilkada 2020 yang telah dimulai di Surabaya, Jawa Timur, sudah panas ketika 'mesin mulai menyala' pada Sabtu (26/9).

Pada hari pertama masa kampanye Pilkada Serentak 2020 itu, pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Surabaya Eri Cahyadi - Armuji, mengaku keberatan dengan alat peraga kampanye (APK) paslon Machfud Arifin - Mujiaman Sukirno yang diduga mencantumkan nama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Keberatan itu disampaikan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDIP Surabaya Wimbo Ermanto usai rakor kampanye bersama timses kandidat lain dan KPU Surabaya pada Sabtu lalu.


"Kami keberatan paslon 2 (Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno) mencantumkan nama Presiden Joko Widodo. Di PKPU (Peraturan KPU) sudah dijelaskan hal tersebut tidak boleh mencantumkan nama presiden," kata Wimbo di KPU Surabaya, Sabtu (26/9).

Tak hanya itu, pihaknya juga keberatan lantaran Machfud-Mujiaman disebut mencantumkan nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam alat peraganya.

"Begitu juga kita keberatan terhadap paslon nomor urut 2 yang mencantumkan nama Biyen Risma Sak Iki MA (dulu Risma sekarang Machfud Arifin). Jadi kita keberatan," ujarnya.

Selain itu, Wimbo juga menyatakan keberatan atas langkah tim Machfud-Mujiaman yang mencantumkan nama-nama tokoh lain seperti Dahlan Iskan hingga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

"Itu harus izin, karena Bu Khofifah itu Gubernur Jawa Timur. Itu kalau sudah terpasang di APK harus ada izinnya dari Mendagri," ujarnya.

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Machfud Arifin (kiri) dan Mujiaman (kanan) memperlihatkan nomor urut saat rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon wali kota dan wakil wali kota di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (24/9/2020). Dalam rapat pleno terbuka tersebut KPU Kota Surabaya menetapkan dua pasangan calon yakni Eri Cahyadi-Armuji dengan nomor urut satu serta Machfud Arifin-Mujiaman dengan nomor urut dua pada Pilkada serentak 2020 di Kota Surabaya. ANTARA FOTO/Moch Asim/aww.Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Machfud Arifin (kiri) dan Mujiaman (kanan)(ANTARA FOTO/MOCH ASIM)

Tak mau kalah, di sisi yang berseberangan menyindir balik keberatan yang disampaikan tim Eri-Armuji tersebut. Machfud menyindir soal foto Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma dalam baliho kompetitornya.

"Nggak opo-opo, gambare [Eri-Armuji] ono mak e [Risma], kok nggak mok protes? (Tidak apa-apa, gambarnya ada Risma kok tidak diprotes)," kata Machfud usai menghadiri Deklarator Kampanye Damai, di Hotel Singgasana, Surabaya, Sabtu (26/9).

Pasangan bakal calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kiri) dan bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (kanan) menyampaikan sambutan usai pengumuman rekomendasi calon kepala daerah yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Taman Harmoni, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (2/9/2020). DPP PDI Perjuangan resmi mengusung pasangan Eri Cahyadi dan Armuji menjadi bakal calon Wali Kota dan bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020. ANTARA FOTO/Moch Asim/foc.Pasangan bakal calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kiri) dan bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (kanan). (ANTARA FOTO/MOCH ASIM)

Ketua Tim Pemenangan Machfud Arifin-Mujiaman, Miratul Mukminin (Gus Amik), mengaku tak tahu menahu soal baliho yang dipermasalahkan partai pengusung Eri-Armuji tersebut.

"Enggak tahu aku, ya tanya sama PDIP sana," ujar Gus Amik, ditemui di lokasi yang sama.

Senada dengan Machfud, Gus Amik juga menyinggung soal beredarnya baliho bergambar Eri-Armuji bersama Risma yang kini sudah terpasang di berbagai tempat di Surabaya.

"Tapi kan yang sekarang ada banner-nya Risma sama Eri, gimana?" sindirnya juga.

Terpisah, Wimbo Ermanto mengaku hak bagi pihaknya menyematkan foto Risma di APK Eri-Armuji. Ia berdalih, Risma adalah kader PDIP dengan jabatan sebagai Ketua DPP.

"Terlepas bu Risma sebagai pejabat publik atau Wali Kota Surabaya tetapi beliau adalah kader PDIP," ujar Wimbo.

Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020 akan diikuti dua pasangan calon. Mereka adalah Eri Cahyadi-Armuji dan Machfud Arifin-Mujiaman.

Eri Cahyadi-Armuji diusung oleh PDIP dan PSI. Sementara Machfud Arifin-Mujiaman diusung oleh PKS, PKB, PPP, NasDem, Golkar, Demokrat, Gerindra, dan PAN. Masa kampanye dilaksanakan dari 26 September lalu hingga 5 Desember 2020.

(kid/kid)

[Gambas:Video CNN]